Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Jangan Ucapkan Selamat Tinggal

Aku masih membisu ketidakberdayaan mengelabuiku, mungkin aku sudah terjatuh terlalu dalam. Entah cinta apa yang dia pernah tinggalkan dihati ini. Bahkan aku tidak mengerti, bagaimana dia menumbuhkan benih benih cinta dalam diriku, sampai hatiku tertinggal dihatinya. Aku tahu dan kamupun tahu, perpisahan ini akan menimbun seribu kesedihan. Mengapa kita harus dipisahkan? Kau menjauh dan akupun menjauh. Walau berat hati aku harus katakan kalau aku masih mencintaimu. Bahkan setelah kau pergi jauh dariku, dalam fikiran selalu terkenang semua tentangmu. Bagaimana aku mengembalikannya menjadi baik? Apapun kebahagiaan itu semua sudah terasa hilang, hanya kesedihan dan mungkin tidak akan hilang. Bagaimana caranya agar membuat diriku mengerti keadaan ini, sedangkan hatiku masih menolaknya. Setiap malam dalam renungan dan lautan kenangan yang selalu menggangguku, air mata yang tidak terasa sudah jatuh dipipi mengalir begitu deras, ini air mata atau bola api yang mengalir, mengapa begitu menyak...

Dia! ENGKAU Kirim Untukku

Kali ini saat ku mencoba membuka hati, membuka mata, terbangun dalam tidur yang selama ini menumpuk kegelapan dimana aku sudah terjatuh terlalu dalam, dan tenggelam dalam kesepian yang dipadu dengan kekosongan jiwa. Kulihat sesosok pria yang sudah ku kenal cukup lama. Mungkin dia tahu bahkan dia mengerti bagaimana aku, kekurangan dan kelebihan dari dalam diri. Mengapa saat aku berusaha membangun cinta kembali, dia yang selalu hadir, dia yang selalu hinggap disetiap mimpiku dan lagi-lagi mengapa dia yang selalu anggun dalam memperlakukanku.  Tuhan apa mungkin dia adalah seorang pangeran yang kau kirim untukku, tidak hanya untuk mengganti dia yang pergi dari hati, tetapi untuk hidup bersamaku menjalin kasih sayang hingga akhir nafasku? Aku melihat musim gugur yang berubah menjadi musim semi, aku melihat malam yang berubah menjadi siang, kau peneduh mataku. Aku melihat dunia dalam setiap kata-katamu, kau menyentuhku dengan pandanganmu, kau mendengarkanku dengan ketenanganmu, kau pe...

Cinta Pertama

Aku mengenalmu bukan hanya satu tahun atau dua tahun, tapi sejak bangku sekolah dasar. Kita teman satu  gank, tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan dan diantaranya adalah aku dan kamu. Itu benar, kita hanya sahabat seperti teman bermain, bercanda, berbagi cerita bahkan membagi tugas sekolah. Tuhan menakdirkan kita bersama hingga bangku SMA, dan kita tetap berenam satu gank . Tali persahabatan itu tak pernah putus ditengah jalan.  Kau masih ingat Tuan sewaktu di bangku sekolah dasar, kita mencuri-curi waktu berdua untuk menyelesaikan tugas rumah bersama dibelakang warung sekolah. Tetapi karena polosnya kita saat sibuk mengerjakan tugas Ibu Guru memperhatikan kita dari belakang, sampai akhirnya dimarahi dan kita disetrap menghormati tiang bendera sampai waktu istirahat jam duabelas siang dan menjadi gurauan teman-teman kita sampai mereka mengejek-ngejek kita dan menertawakan kita. Tetapi kita yang hanya bisa unjuk gigi dan saling unjuk gigi senyum-senyum kecil. Dalam ke...

Selamat Ulang Tahun Mamah

Pagi yang cerah, aku melangkah dengan  semangatnya. Walaupun tugas-tugas dokumen dikantor mungkin sudah menunggu dimeja kerja. Karena sibuknya pekerjaanku aku sampai lupa kalau hari ini adalah ulang tahun Mamah. Dering hp satu menit yang lalu mengingatkanku, kakaku yang disebrang telepon sana berkata kalau malam nanti akan ada surprise untuk Mamah. Tentunya aku takkan melewatkan moment langka ini, hari dimana Mamahku bertambah umurnya. Untungnya hari ini adalah hari sabtu, sesudah dzuhur aku langsung bergegas pulang walaupun aku harus membawa dokumen pekerjaanku ke rumah. Demi Mamah akan aku lakukan, anakmu akan segera pulang, Mah. Ditengah macetnya kota Jakarta aku berharap sore nanti sudah berada di Bandung. Yah memang, weekend selalu menjadi masalah lalu lintas orang-orang yang berlibur, macet dan panas. Sabar adalah obatnya. Sesampainya di Bandung kira-kira pukul tiga, aku mampir disebuah butik. Aku membeli baju gamis berwarna merah, menurutku wanita itu sexy jika memakai ...

Kau yang Dirantau 2

Kali ini rindunya terbalaskan, setelah sekian lama entah mungkin berjutaan waktu wanita itu menunggu lelakinya datang menginjak tanah kelahirannya. Suara gemuruh angin pantai sudah tercium dari kejauhan, wanita itu melangkah dengan riangnya dengan segudang kebahagiaan dihatinya. Siapa yang tidak bahagia, ketika rindu yang kita pendam dalam dalam terluapkan, seperti mendapatkan mutiara dalam laut yang dalam. Bersama semangatnya dia melangkah ke dermaga yang tempatnya tak jauh dari tempat huninya, dengan senyuman lebar dia melihat kepala kapal dari kejauhan, dia sudah merasakan kehadiran sosok lelakinya yang selama ini dia tunggu. Ditengah ratusan orang yang turun dia mencari sang pujaan hatinya, melengak lengok ke kanan dan kekiri sambil berjalan. Tiba tiba hatinya tersendak, dia merasakan kalau lelakinya berada dibelakannya. Ketika membalikan badan, ya itu benar. Tanpa melihat orang disekitar wanita itu langsung memeluknya dengan erat. Dalam hatinya merasakan getaran yang begitu ...

Berjalan Pergi

Kita yang sudah terlihat berjauhan. Dan kita sudah berjalan ke arah yang berbeda. Kita sudah mempunyai kebahagiaan masing masing, dan itu mungkin hanya fikiranku. Tapi tidak untukmu. Kamu sudah terjatuh, dan seorang pria berusaha membangkitkanmu. Nyatanya itu bernilai Nol Besar. Aku bisa lihat itu ketika aku menatap matamu jelas di bola mataku.  Pandangan satu tahun lalu, yang ku kira itu waktu yang cukup lama. Kamu masih menyimpan hal hal yang seharusnya patut untuk dimusnahkan. Tapi kamu masih saja menyimpan dengan baik disatu tempat dihati dan fikiranmu. Apa hal yang tak bisa kamu lupakan dariku Nona? Aku sama seperti pria lainnya. Apa aku sesempurna itu? Katanya hanya aku yang bisa membuatmu bahagia, yang membuatmu bangkit dari terjatuhnya impian, dan katanya hanya aku yang bisa membuat duniamu indah lagi.  Maafkan aku Nona, aku tak bisa untuk menyentuh hidupmu lagi. Aku sudah berjalan dengannya bahkan kita sudah berdampingan. Waktu itu nyatanya kamu bisa berjalan ...

Sahabatmu Part 2

Terlihat bulan penuh memekar, cahayanya yang memantul kemataku memancarkan keindahan yang tak pernah tertidur lelap dalam setiap malam. Angin sepoy-sepoy yang berhembus melambaikan daun-daun yang terlihat di depan mataku seperti mereka ingin membisikkan sesuatu "Kamu harus tetap baik baik!". Benar, malam itu aku seakan dilanda ribuan kegelisahan yang sedang meraja di hatiku. Lagi lagi tentang dia, tak tahu kenapa fikiran negatif yang selalu menempel di otakku ketika lelakiku menyebutkan nama wanita itu. Ya, Sahabatnya! Tak pernah bosan dia menyanjung nama wanita itu dibibirnya, "Si Wanita Mengagumkan". Hebat! Tak ada lelahnya pujian itu dicibirkan. Aku telan ludahku dalam dalam dengan penuh kejengkelan, "Sudah sudah!". Berharap nama yang mengiang ditelingaku itu segera usai diceritakan. Aku tahu Tuan, aku kira wanita itu lebih baik dariku. Wanita yang katanya terlihat anggun, ucapannya yang selalu menenangkan hatimu dengan kedewasaanya dan dia yang se...

Bunga Mawar

Sudah lama laki laki itu mengincarnya, entah mungkin tak bisa terhitung waktu. Laki laki yang gemar membaca hampir larut malam diperpustakaan yang selalu bergulat dengan buku buku, tetapi dia masih saja sempat mencuri perhatian dambaan hatinya, yaitu wanita yang rambutnya selalu terurai panjang yang tiada hari tanpa lepas dari bando pita dan kacamatanya yang besar. Diperpustakaan itu mereka sering bersenda gurau, membagi cerita buku yang mereka baca. Dan mereka mempunyai kegemaran yang sama yaitu bergulat dengan buku buku. Sampai dipenghujung waktu laki laki itu tak bisa bertahan atas perasaannya, rasanya mungkin sudah setumpuk gudang hingga tak mampu lagi dia bendung. Dan akhirnya waktu itu datang, waktu dimana dia selalu menunggu dalam setiap desiran nafasnya yaitu menyatakan perasaan. Malam itu dengan digenggamnya seikat bunga mawar dia berdandan rapi, memakai wewangian agar terasa PD. Dengan kemeja kotak kotak berwarna merah dia datang kesebuah restoran. Ternyata dambaan hatin...

Kau yang Dirantau

Bersama datangnya senja, burung burung beterbangan diatas lautan biru seakan meninggalkan lelahnya siang mencari makan. Wanita itu terlihat pilu disisi pantai merasakan indahnya suasana senja saat itu. Rupanya dia menunggu sang kekasih yang jauh dirantau, menunggu akan kehadiran disisinya kembali. Seribu kerinduan selalu dia telan dalam dalam, dan dia simpan di dinding hati berharap rindu yang menjadi pilu itu segera terobati. Angin yg berhembus dari laut, mengayun ayunkan rambutnya yang terurai panjang. Dia masih menatap laut dengan mata sendu, membayangkan betapa indahnya lautan kebahagiaan saat sang kekasih berada disisinya, diapun tersenyum kecil. Dia teringat kata kata yang bertelaga madu dari bibir sang kekasih dengan segenggam bunga mawar merah yang selalu membuatnya tersenyum lebar dan sebentuk es krim yang menambah kemanisan ditengah keromansaan setiap kejadian. Bunga mawar yang dia berikan kini sudah tak berbentuk, entah sudah berapa lama pria itu meninggalkannya sampai bu...

Pemeran Hatiku

Ditengah malam ini bersama dengan turunnya ribuan tetesan air hujan membawaku menembus dinding kerinduan. Sejuta kerinduan yang berputar pada lautan masa lalu yaitu seseorang yang pernah sempat singgah dihati ini, yang pernah merasuk kedalam jiwa ini dan pernah berusaha menjadi pemeran hatiku yang terbaik seperti yang aku inginkan. Dia seorang pria berkulit putih, bermata sipit seperti orang campuran chinese dan jawa. Kata katanya yang penuh dengan kelembutan dan tingkah lakunya dengan segudang kasih sayang membawaku selalu dalam langit kebahagiaan. Tak pernah sedikitpun dia berlaku menyakitiku, mengecewakanku bahkan dia selalu menjaga air mataku agar tidak satupun menetes dimata indahku. Tapi hari itu, dimana keegoisanku menjelma dalam diriku. Sehingga aku terperangkap dalam hubungan penghianatan yang membuatku terjatuh dalam lubang kesalahan. Tidak satupun kau mau mendengar apa yang inginku jelaskan, kau tolak mentah mentah. Dan akhirnya kamu memilih menggerakan kaki berjalan perg...

Sahabatmu

Menjalani suatu hubungan itu bukan hal yang mudah, perlu ditanamkan sebuah kepercayaan dan kejujuran. Awalnya aku hanya anggap itu hal biasa dan sewajarnya, kau pria yang selama ini ku miliki bersahabat karib dengan seorang wanita, yang entah bagaimana sosoknya akupun tidak mengetahui. Aku hanya bisa melihatnya difoto melalui jejaring sosial, dan aku sempat beberapa kali memperhatikan bagaimana kedekatan mereka di dunia maya. Aku tak menyangka hal itu begitu sangat membakar hatiku. Ya, aku akui aku cemburu. Aku mengerti Tuan, kau hanya menganggapnya sahabat karib yang hanya sebagai tempat berbagi cerita suka dan duka. Apa akan selalu seperti itu bertahan lama? Aku rasa tidak, setelah aku lihat gurauan kamu dengannya di dinding akunmu. Apalagi kamu tahu kalau dia sempat mengagumimu.  Hubungan kita bukan hanya satu atau dua tahun, beribu hari pernah kita lewati. Tapi semenjak kedatangannya, aku tak melihat diri kamu yang pernah aku kenal, bahkan perhatianmu mengurang. Aku semp...

Pesonamu

Aku tak menyangka akan bertemu seorang lelaki dengan senyumannya yang anggun dan penuh ramah tamah, tetapi dibalik senyuman yang membuat aku mengguling gulingkan fikiran semalaman, dia menyimpan seribu rahasia dibalik pribadinya. Dengan sekejap saja dia mampu menghipnotis dan membuatku memikirkannya setiap waktu, tak bisa aku melenyapkan sedetik saja semenjak aku bertemu dengannya. Mengapa kau begitu mudah menarik hati ini? Sihir apa yang kau punya, Tuan? Mengagumkan. Sebulan yang penuh dengan kekagumanku padamu, sikapmu yang anggun penuh tegas, keramahan dalam setiap santunanmu, kehalusan dalam setiap tutur kata dan senyuman yang begitu mempesona, sudahlan semua itu tak dapat aku gambarkan. Aku tak pernah bosan memandangmu ketika kamu sedang berbicara panjang lebar hingga aku tak bisa sedetikpun berpaling darimu, pipimu terlihat memerah dan kamu tersipu malu ketika aku memandangmu dalam. Itu membuat hatiku tertawa kecil. Tuan, seandainya perempuan itu yang selalu kau banggakan ...

Untuk Pangeran Kodokku

Sudah seminggu ini aku tak dengar kabarmu, kamu yang selalu mengucapkan selamat pagi hingga selamat tidur. Padahal tak seharusnya aku kehilanganmu, kamu bukan siapa siapa aku, kamu bukan kekasih aku dan kamu bukan.. Yasudahlah pokonya kamu bukan seseorang yang special. Tapi mengapa aku harus merasa sangat hampa tanpa melihatmu, merasa sendiri tanpa kehadiranmu biasanya kau datang dengan sapa senyum lebar dan merangkulku. Aku kini bahkan tak melihat batang hidungmu. Aku rindu, itu benar. Walaupun kita hanya sebatas sahabat karib, tapi jauh dalam lubuk hati ini kusimpan namamu, entah kenapa aku merasa nyaman di dekatmu bahkan perhatianmu melebihi kekasihku, terkadang aku lebih memilih pergi bersamamu dibandingkan dengan lelaki yang super cuek itu, yang tak bisa sedikitpun memahami keinginanku, dia egois. Tapi senyummu Tuan, yang sering ku panggil "pangeran kodok" aku tak tahu mungkin selama kita dekat benih benih cinta ini mulai muncul, aku tak mengerti kenapa aku merasa k...

Salah Paham

Aku masih merasa sendirian ditengah keramaian, kenapa semua menjadi semakin memburuk. Semuanya terlihat kosong dan hampa, apa yang kulihat tak ada yang dapat kusapa. Aku hanya ingin jalan yang dulu dimana ada kebahagian, keceriaan, senyum lebar dan candaan yang dapat bebas lepas. Mengapa semuanya menghilang begitu saja, karena hal sepele yang tak pantas untuk dipermasalahkan. Kesalah pahaman antara aku dan kamu membuat semua berubah tiga ratus enam puluh derajat. Kemana akan kucari dirimu lagi yang selalu menemani disetiap langkahku, setiap belaian kasih sayangmu, orang yang selalu menghapus deraian air mataku, orang yang selalu membangunkanku ketika aku terjatuh. Aku merindukanmu, Tuan. Seharusnya kamu mengerti bahwa semuanya akan kembali membaik. Tapi kau malah acuh tak acuh padaku, melihat wajahku saja kau tak mau. Percayalah, aku tak sebodoh yang kamu fikirkan. Aku adalah wanitamu yang senantiasa menyayangimu, perhatianku hanya untukmu, senyum dan sedihku karenamu dan dirimu ada...

Doaku Untuknya

Tuhan, aku tahu perpisahanku dengannya adalah kebaikan untuk kita. Aku tahu, mungkin aku tidak pernah bisa untuk mengerti bagaimana dia, bagaimana untuk memahaminya. Mungkin dia lebih bahagia bisa bebas lepas dari genggaman ku. Aku lepaskan dia bersama sayapku terbang entah kemana. Tuhan, Engkau sangat mengerti bagaimana aku hanya bisa menjaganya dalam doa, walaupun ragaku tak bisa menjaganya secara langsung. Aku hanya bisa membahagiakannya dengan caraku sendiri dengan apa yang ada dalam diri ini, tapi mungkin dia tidak bisa menerimanya dengan baik. Untuk itu, dia lebih melangkah meninggalkanku. Engkau tahu bagaimana aku mendambanya dari setiap ucap yang aku utarakan pada teman temanku walaupun mereka mencaci kekurangannya, tapi aku tetap membanggakannya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tuhan, tugasku saat ini sudah selesai aku hanya bisa menjaganya hingga ujung perjalanan ini. Karena dia memilih untuk berjalan ke arah yang berbeda dimana aku tak mungkin dan takkan perna...

Demi Kebaikanmu

Sudah kusimpan jauh jauh kenangan ku bersama mu, laki laki berhidung mancung dengan tubuhnya yang tegak dan berbadan kekar. Tapi siang tadi kamu beranjak menemuiku ditengah kesibukanku dengan tumpukan tumpukan tugas study ku. Aku tak tahu maksud kamu apa tiba tiba datang mengabariku dan mengajaku bertemu dengan mata indahmu lagi. Siang itu aku memantapkan diri untuk bisa bertatapan dengan matamu lagi, orang yang pernah hadir dihidupku dan sempat menjadi seseorang yang aku banggakan. Ditengah keramaian kau mengajaku makan siang. Aku tak tahu aku harus bahagia atau sedih mendengar kabar berita itu, perasaanku gundah gulana ketika kau menyodorkan kartu pernikahanmu dengan wanita itu. Ya, wanita pilihan orangtua mu. Mungkin aku bisa membuat permainan pada senyumanku siang itu, berusaha tetap tersenyum lebar mendengar berita pernikahanmu. Tapi seandainya kamu tahu, seribu kekecewaan yang dicampuri kesedihan kusimpan dalam dalam dibalik hati ini. Hancur! Ya benar, melebur berkemping kepin...

Saat Kau Meninggalkanku

Bukan hal yang mudah ketika aku harus melihat kamu dengan wanita itu. Wanita yang dulu pernah masuk kedalam hubungan kita dimana kamu memilih meninggalkan aku dan pergi menggenggam tangannya di depan mataku. Kau jahat, Tuan! Kau simpan hatimu dimana. Aku juga wanita yang punya hati, yang bisa sakit, terjatuh dan terpuruk jika hatinya dilukai. Harusnya kau tau itu Tuan. Ya aku lemah, aku tak berdaya, aku tak kuasa apa-apa tanpamu, aku akui itu. Aku tak tahu harus mencari jalan kemana, harus pergi kemana dan kearah mana, semuanya kosong dan hampa Tuan. Ya, aku serasa kehilangan diriku sendiri karena separuh jiwaku ada dalam dirimu. Aku terjatuh semakin dalam dan dalam. Hari itu masih ku ingat, hari dimana ulang tahun ku yang seharusnya aku bisa tertawa lepas digenap umurku dua puluh tahun. Jantungku tersentak hebat saat kulihat seorang laki-laki berjalan menghampiriku dengan membawa seikat bunga mawar merah, dengan rambut rapinya yg tertata gel. Ternyata dia orang yang pernah menghian...

Bahagiamu, Bahagiaku!

Malam ini dimana angin berhembus sepoy-sepoy membawaku dalam seribu kenangan, dimana aku masih menjadi satu bunga terindahmu yang kau jaga dengan baik dengan pedang disakumu untuk melindungiku. Laki-laki berkacamata dengan berambut ikal itu datang dalam sejuta ingatanku ditengah kedamaian malam ini. Kamu sudah berubah Tuan, kini kacamatamu sudah kamu lepas dan rambut ikalmu sudah tertata rapih, sekarang kamu sudah bisa menjaga diri dengan baik. Keharuman parfum tadi siang membawaku dalam buaian kenangan tiga tahun yang lalu dimana kita masih satu menjalin sebuah hubungan yang tak pernah bisa berujung kebahagiaan. Kamu yang memakai kalung salib dilehermu dengan mengepalkan tangan untuk bedoa, dan sedangkan aku bersujud dan menyimpuhkan tangan pada-Nya. Ya benar, hal itu yang tidak bisa menyatukan kita. Tuhan kita satu, tetapi cara kita berbeda. Aku tahu Tuan sekarang kamu sudah bahagia dengan wanita pilihanmu itu, wanita yang katanya rela memutuskan urat nadinya untukmu, wanita yang ...

Tersenyumlah di Surga, Priaku

Masih jelas dimataku seliran senyum terakhirmu malam itu. Saat kamu kirimkan serangkai bunga mawar merah kesukaanku yang menambah keindahan malam dibawah bintang bintang. Kau katakan, kau akan selalu ada disampingku dalam suka dan dukaku. Kau katakan bahwa kau akan selalu menyayangi ku seperti kau menyayangi Ibumu. Aku tak tahu, sungguh tak pernah ku sangka. Kata manis yang kau lontarkan malam itu adalah hari terakhir ku mendengar suaramu. Bagaimana aku bisa percaya? Mengapa aku harus kehilanganmu secepat ini, kenapa? Bagaimana kau menepati janji-janjimu? Kamu katakan kau akan menyandingku tahun nanti. Kau buat seribu impian untuk masa depan kita kelak. Bagaimana kau akan memenuhi semua itu, kesatriaku?  Sungguh aku sangat terpukul saat aku dengar kabar dari Ibumu, kau telah meninggalkan orang-orang yang menyayangimu termasuk aku, harapan dan impian yg telah kita rangkai dahulu. Mengapa kau pergi secepat ini tanpa pamit? Aku sungguh sangat terpukul dengan kabar itu. Penyakit yan...

Tanda Tanya

Dalam diri yang tak bisa aku mengerti, ada seribu tanda tanya. Apakah aku belum tahu siapa diriku ini yang sebenarnya, apa itu hanya pertanyaan pertanyaan bodoh yang tak sepantasnya aku jawab. Bagaimana aku bisa mendefinisikannya satu satu Tuhan, bagaimana? Bantu aku. Aku tak tahu ketika aku harus berjalan kearah yang sama dimana aku pernah tinggal disana, dimana aku pernah berbagi suka cita disana, dimana aku bisa menangis dan tertawa. Mengapa aku harus berjalan kearah ini lagi? Aku tak mau Tuhan kesedihan dan kekecewaan di akhir cerita itu terulang lagi, dimana aku hanya bisa memikulnya sendiri tanpa ada yang bisa mengerti aku saat itu bagaimana. Aku tak mau.  Seharusnya aku bisa menerima keadaan ini dimana Api dan Air tidak akan pernah bisa bersatu, mereka saling memecahkan satu sama lain. Aku tak bisa apa apa. Aku bukan apa apa tanpa Mu-Tuhan. Jawab segala pertanyaan bodoh yang selama ini menghantui fikiranku, aku hanya ingin mengerti itu. Cukup.

Kerinduan dibalik Jarak

Hari ini hari dimana seribu keresahan menggebu dalam laraku, dimana aku tidak bisa melihat keindahan matamu, senyuman manis dengan lesung pipitmu dan sentuhan kasih sayang disetiap hariku. Aku tahu kau pergi bukan hanya untukmu tapi untuk masa depan kita, untuk impian kita dan untuk mimpi-mimpi kita yang sudah kita rangkai dari sejak dulu. Aku tak tahu bagaimana aku ungkapkan kegelisahanku saat rindu mulai merasuk dalam kalbu ini. Ketika aku melangkah mengantarmu keujung jalan rasanya aku tak relakan itu semua, kamu pergi dengan meninggalkan bayang-bayang semu. Kau tak hadir lagi dalam tatapan langsungku, aku tak dapat menyentuh senyummu dengan mencubit pipimu, ucapanmu yang selalu mendamaikan hati  dan sikap anggun dan manjamu yang selalu membuat ku betah dalam pangkuanmu. Aku rindukan itu semua.  Bagaimana aku utarakan semuanya Tuan. Sungguh aku merindukamu disini. Aku takut Tuan, ketidakyakinan itu datang. Ketidakyakinan dimana kamu tidak akan kembali. Tapi aku selalu me...

Hati yang Kau Tinggalkan

Dalam kesibukan ku yang selalu tergumpal oleh urusan-urusan pekerjaan dan studyku. Aku masih saja menyelipkan fikiran tentangmu, apa yang kamu lakukan disana, apa yang kau fikirkan dan apa yang sedang kamu kerjakan. Bagaimana kabarmu sekarang? Sudah lama kita tidak bersua semenjak tiga bulan yang lalu saat kamu pergi dari kehidupan aku. Aku tak mengerti cinta apa yang kamu tanam dihati ini, mengapa kamu masih meninggalkan hatimu dalam hati ini, mengapa kamu menyiksaku atas perasaan ini, sehingga sampai saat ini aku masih menutup rapat-rapat pintu untuk orang lain, dan aku masih mengunci hati ini untuk orang yang akan menggantikanmu. Mengapa, Tuan? Seandainya engkau tau, aku sakit dengan keadaan ini. Bagaimana aku memulihkannya kembali, bagaimana aku menyembuhkannya kembali dan bagaimana aku memperbaikinya kembali. Sungguh Tuan aku masih terpukul atas kejadian itu. Kata maaf yang kau ucapkan berulang kali dalam pesan-pesan itu, belum aku bisa pulihkan menjadi baik lagi. Aku masih ter...

Untukmu "Selamat Ulang Tahun"

Kamu memang indah, terimakasih untuk pernah singgah di hati ini. Terimakasih untuk kenangan yang kau berikan kepadaku, dan terimakasih untuk semua hal baik suka dan duka yang kau selipkan dihidupku. Mungkin aku wanita bodoh yang terlalu amat mencintai dan menyayangimu sampai sedalam ini, sehingga semenjak kepergianmu aku masih saja menyimpan harapan dijauh lubuk hati ini agar kau bisa kembali dalam kehangan hubungan kita berdua seperti dulu. Tapi sudahlah apa yang aku harus aku harapkan dari dirimu, semuanya sudah terjadi, waktu telah menenggelamkan hubungan ini hingga akhirnya kita jauh dan terpisahkan oleh jarak. Dalam kediamanku yang tercampuri benci dan rindu yang begitu menyiksaku. Aku tak tahu harus melakukan apa, ketika rindu itu datang aku hanya bisa memeluknya sendiri seperti terpuruk dengan keadaan. Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan bahkan aku hanya bisa memandangi album photo kita berdua dulu dan merasuki kedalamnya seperti aku masuk dalam kenangan itu. Kini aku tak ...

Tentang CINTA

Semua yang manis di awal belum tentu akan manis di akhir, begitupun pada Cinta. Cinta yang pernah kita jalani tidak akan semurni dan selalu selaras, karena disetiap jalannya akan selalu ada legokan dan liku yang akan kita hadapi. Itu semua bukan hanya cobaan semata, tapi itu akan menambah kekuatan Cinta dalam setiap tantangan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Banyak mereka yang gagal dalam menghadapinya mungkin mereka tidak bisa benar-benar menjaganya dengan baik, tidak bisa menggenggamnya dengan rapat sehingga akan sedikit-sedikit terputus dan lalu benar-benar rapuh. Mereka akan benar-benar terpukul atas keputusan yang mereka ambil, ketika harus merelakan orang yang kita kasihi pergi dan tak bersama kita lagi. Jangan salahkan cinta, itu salah mereka sendiri yang tak bisa memeluknya dengan erat, bercerminlah! Apakah kita sudah benar-benar menjaga dengan baik? Apakah kita sudah menutup rapat-rapat hanya dengan satu Cinta? Karena cinta itu akan mudah rapuh karena keegoisan semata...

Rasaku

Aku tak tahu akan sedatar ini rasaku sekarang, aku seakan kehilangan sesuatu yang pernah menjelma dan menyatu dalam jiwa, semuanya terasa FLAT. Aku kehilangan rasa, entah karena aku masih punya keyakinan akan satu hal itu atau memang aku yang belum bisa menerima keputusanmu, atau bahkan kau yang tak membiarkan rasaku untuk kembali dalam hati ini. Aku tak tahu semuanya akan serumit itu, rasaku bukan rasaku lagi, aku bahkan bingung dan tak mengenalnya. Aku mencoba berfikir akan semua yang telah terjadi dari satu bulan yang lalu, dimana kamu lebih melangkah pergi untuk wanita itu. Aku masih tak percaya, tapi ucapanmu yang meyakinkanku bahwa akulah yang tak sebenarnya kau cintai menyadarkanku akan semua. Hanya wanita bodoh yang seakan tak tahu apa-apa, yang kau permainkan semaumu dan kau jungkir balikan rasanya semau keegoisanmu. Hebat! Tapi seharusnya kamu ingat, aku adalah seorang wanita yang pernah mencoba memahami dan mengerti bagaimana hati dan kehidupanmu sehingga aku tahu itu lamba...

Pelarianmu

Ditengah buku-buku dan laptop kesayangan ku yang berceceran disampingku, aku berusaha untuk menyelesaikan semuanya secara serius. Tapi mengapa pikiran ini selalu menerka dengan seribu bayanganmu, yang membuatku mencampurkan seribu cinta dan seribu kebencian. Kamu yang biasanya setia menemaniku dalam menyelesaikan tugas-tugas yang selalu memelototiku setiap harinya kini kau hilang tinggal bayangan, ocehan dan gangguan yang selalu kau tikam saat aku mengerjakan tugas itu semua tinggal butiran-butiran angin yang pergi entah kemana. Aku masih pilu atas kejadian terakhir itu, saat kulihat manis manjanya kau bersama perempuan itu. Perempuan yang pernah ada dihati kamu, perempuan yang katanya rela memutuskan urat nadinya demi kamu. Kamu tidak pernah menyadari itu semua Tuan, kecemburuan yang selalu kusimpan sendiri dalam hati ini hanya bisa kupendam dan kusimpan dalam-dalam. Saat kau menceritakan dia aku hanya mendengarkan dengan manis, telingaku aku pasang baik-baik untuk itu semua karena a...

Cinta Datang Terlambat

Kau datang seperti kupu-kupu dan hinggap di bunga hidupku. Kau beri warna dari setiap ejaan jalan hidupku, kau mengajariku berbagai pengalaman dalam hidup walaupun aku belum melihat jelas tampakmu seperti apa, tampannya, manisnya bahkan kecerdasanmu berbicara secara langsung. Aku hanya bisa mendengar suaramu yang lantang tetapi penuh ketulusan diujung telefon disetiap malam. Entah kenapa wujud diriku yg sebenarnya, apa yang ada di dalam diri ini aku bisa perlihatkan dan bisa aku ungkapkan di depanmu, dan aku bisa menjadi diriku sendiri. Ya, aku menemukan cermin diriku di dalam dirimu. Kau tutupi kekuranganku dengan kelebihanmu. Tiba saatnya, kau katakan kalau kau jatuh hati padaku. Bahwa aku adalah bidadari yang selama ini kau impikan yg selalu datang dalam setiap malamu. Aku hanya bisa diam, aku tidak bisa menjawab bahkan sepatah katapun aku hanya bisa tertawa yg menganggap itu gurauan mu. Lagi, kau katakan kalau kau ingin menjadi kekasihku dan berbagi cinta dan kasih untuk selaman...

Kau yang menanam, Kau yang menghancurkan

Indah, saat kau hadir dengan tibanya membawa segala impian dan harapan yang selama ini selalu kunantikan dan selalu kudambakan. Senyuman itu, saat kuingat jelas di depan cerminku aku mnemukan diriku sendiri disana, aku yang menjadi aku yang tidak menjelma menjadi orang lain. Awalnya, kau tanam semua impianku dengan bibit-bibit yang aku harap suatu saat akan tumbuh menjadi bunga, tapi mengapa kau yang merusaknya sendiri. Kau menanam tapi kau yang menghancurkannya juga. Saat kau cibir aku dengan seribu rayuan gombalmu, kau katakan aku yang akan menjadi puteri di pelaminan nanti, tapi mengapa kau yg mencabik omonganmu sendiri. Dimana kau simpan kata-kata itu dengan rapih? Dibawah kakimu yang sehingga tidak ada harganya? Serendah itukah, tuan? Aku bukan wanita bodoh yang begitu saja menerima lelaki yg tidak pantas aku jadikan imam dalam hidupku. Saat kulihat kemesraan itu dalam gambar, apa yg ingin kamu katakan lagi, mengelah dengan seribu omong kosongmu? Cukup, aku sudah l...

Jarak

Jarak. Setiap hari selalu ku telan kata itu dalam-dalam agar tidak membuat lara dihati. Kau yang begitu jauh disana dengan tempatmu, dan aku disini dengan tempatku. Kesendirian yang selalu mengelabuiku selalu menghanyutkanku dalam kesepian dan kerinduan. Pertemuan adalah hal yang paling aku tunggu, karena rindu hanya bisa terobati oleh satu kata yaitu "bertemu", menurutku tidak ada penawar lain yang paling jitu kecuali hal satu itu.  Suara diujung telefonmu yang selalu menjadi penawar rindu sementara, Ya, sementara! setelah suaramu itu tertutup oleh sambungan telefon, rindu itu muncul lagi. Suara yang terkadang dalam selipan bincangan itu kau alunkan suara merdumu dengan menyanyikan lagu kesukaanku, dan menjelma masuk dalam mimpi tiap malamku. Rasanya aku ingin selalu bermimpi dan tertidur jika itu selalu bersamamu. Pesan singkat yang selalu hinggap di ponselku yang menjadi selingan rindu sementara, Ya lagi-lagi sementara! Pesan yang terkadang menilaiku terlihat bodoh di d...

Kau Berubah

Pertemuan terakhir, saat kau bonceng aku dengan kendaraan kesayanganmu itu, aku rasa setelah itu kau pergi entah kemana. Kegelisahan yang selalu menghantui dari setiap malamku, kenapa seperti lem superglue yang cukup sulit untuk dihilangkan, "menempel". Kabarmupun datang seperti angin, berhembus semaunya, melewat seperti keinginannya, "hussh" pergi entah kemana lagi. Ditengah kesibukanmu sepertinya engkau mau tak mau menghinggapkan kabar ke dalam hariku, kau berubah seperti es, dingin!! Kau rasa itu mudah bagi seorang perempuan, tanpa kabar satu hari dari seorang kekasih yang dia cintai. Kamu salah! Aku seperti kehilangan sosok pangeran yang dulu senantiasa bertegur sapa dengan tutur manisnya, canda dalam setiap selipan perkataanya, tingkah yang konyol yang membuat mulutku terbuka lebar dengan segudang kebahagian yang selalu kuucap syukur di dalamnya. Lalu saat ini kamu kemana, begitu saja pergi tidak meninggalkan satu katapun? Angkuh! Benar kata mereka kau angku...

Kedatangannya

Kesendirian itu datang bersamaan dengan senjanya hari, tetapi keyakinan itu juga datang bersamaan dengannya, meyakinkan bahwa aku tidak sendiri.  Dia tersenyum dibalik keindahan senja. Membawa senyuman baru dibalik hari hari yang aku lewati.  Tuhan hadiahkan dia untukku, dari setiap tutur katanya yang menggandung makna, dari setiap perilakunya yang membuat aku tersipu malu dari setiap tawanya yang tersimpan kebahagiaanku juga.  Membawaku ke dalam dunia berbeda, tenggelam kedalam kasih yang belum pernah aku singgahi. Tuhan bagaimana aku bisa merasa sendiri jika bersamanya aku merasa bahagia. Dia datang seperti sebuah untaian doa yang aku rintihkan pada-Nya disetiap waktu. Dia menjawab semua mimpi yang selalu datang disetiap malamku. Dia seperti sungai yang selalu mengalir dalam fikiranku. Seperti udara yang selalu mengharumkan nafasku, Ya, sebagian kehampaan hilang karena kedatangannya. Lagi lagi aku tidak merasa sendiri. Benar...

Merindu

"Waktu masih tetap berdiri Entah apa dan bagaimana ini terjadi Aku harap engkau datang seperti beberapa doa yang nyata Engkau penenang jiwa Engkau miliku Aku merindukanmu.. Dalam doa malam, kubaitkan harapan untukmu pada Allah-ku Bagaimana kabarmu disana? Kuharap kebaikan selalu bersamamu Disini aku memendam segudang rindu  Kuharap kau rasakan hal yang sama Cepat pulang, cepat kembali Biarku bisa lampiaskan kerinduan ini saat melihat senyumu lagi.."