Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

LDR (Long Distance Relationship)

Pertemuan adalah sesuatu yang amat dirindukan, ketika jarak dan dinding waktu menghalangi tatap kita. Malam dan pagi adalah rotasi yang selalu ditunggu, karena semakin cepat waktu berputar, pertemuan kita semakin dekat; mata dan mata saling menatap, jemari yang saling menggenggam erat, berayun manja ditepi pantai-- bersama vespa kesayanganmu. Tak ada yang aku sangat rindukan malam ini, kecuali hamparan ombak yang menemani kita disetiap pertemuan, membawa romansa malam semakin manis. Ketika sandaran paling hangat aku rasakan berada dipundakmu, sambil kau mengusap kepalaku; katanya kau paling senang membelai rambutku. Ya, rambut yang tergerai panjang ini. Aku rindu, senyuman simetrismu ketikakau menyambutku turun dari bus yang berasal dari Kota Kembang. Kau mengambil tanganku untuk kau genggam, seakan kau tak membiarkanku untuk pergi lagi. Satu kalimat yang selalu menyapa disetiap awal pertemuan itu, “Aku merindukanmu!”. Itu menyentuh hatiku, sesak haru dadaku—karena aku bahagia melih...

Biarkan Aku Tetap Ada

Baiklah, aku akan pergi. Aku menyerah, aku langkahkan kakiku dari tempat dimana kamu berdiri. Simpanlah aku dalam untaian-untaian do’amu. Sebutlah dan rasakan namaku dalam fikiranmu. Biarkalah aku tetap ada, teman. Simpan dan kuburlah dalam peti hatimu; masa-masa indah yang pernah kita maknai. Hubungi aku jika kau merindukanku, satu atau dua kali dalam setahun. Biarkanlah aku sesekali menjadi seliran fikiranmu, walaupun namanya yang selalu menggema dalam fikiranmu. Biarkanlah aku tetap ada, teman. Telah aku ambil sihir kegelapanmu. Dan kugantikan kau dengan bintang benderang yang aku miliki di atas namamu. Biarlah aku tetap ada, teman. Jika aku tak hadir dalam hari kebahagiaanmu. Jangan pernah kau teteskan kesedihanmu. Karena do’a terbesarku selalu aku bubuhkan di atas namamu. Kisah-kisah kedekatan kita tak bisa terhitung oleh jari. Begitu seringnya kita membagi waktu dalam pagi hingga petang memanggil; kuhabiskan bersamamu di halaman-halaman hari kita....

Selamat Ulang Tahun, Ayah!

Ayah. Semoga nafas terakhirku ada di kakimu. Aku akan selalu mencintaimu karena Allah. Semoga Allah selalu mensejahterakan engkau, dengan rahmat dan berkahnya. Ayah. Kau adalah jiwaku, dan hidupku. Kau adalah dunia, dan surgaku. Apa yang aku bisa lakukan tanpamu. Oh Tuhan, apa yang akan bisa kulakukan tanpanya. Ayah. Waktu sudah membiarkan umurmu terus mengalir, hingga hari ini tepat di umurmu yang ke-73. Aku lebih sangat bahagia masih bisa melihat senyummu, tawa kecilmu yang terkadang kau sipukan malu-malu. Walaupun aku tahu, banyak lelahmu, banyak laramu, banyak letihmu yang kau sembunyikan. Tapi, pada kenyataannya kau masih tetap bisa berdiri dengan tegap dan tegar seperti prajurit Allah yang hebat. Mulutmu tak pernah berkata kau menyayangiku, tapi dari belaianmu--ketika kau usap rambut dan kepalaku; aku tahu, aku bisa merasakan bahwa kau lebih sangat menyayangiku lebih dari yang aku tahu. Maaf, semoga Allah memaafkanku. Karena mungkin aku belum bisa ...