Langsung ke konten utama

Postingan

Aku Berhenti Di Sini

Cerita kita sudah terlalu panjang untuk aku ceritakan pada orang-orang. Bahkan telinga sahabat-sahabatku mungkin sudah jera mendengar rangkaian kisahku denganmu. Kebahagiaan yang telah kita buat, kesedihan-kesedihan yang telah orang lain buat, bahkan yang datang dari keluargamu sendiri. Karena aku selalu ingat bagaimana kamu mengatakan; bahagia itu kita yang buat, dan sedih itu orang lain yang buat. Tetapi pada kenyataanya aku masih bisa berdiri tegak walaupun banyaknya angin-angin yang menghadang dari setiap sisiku. Aku tetap berjuang, aku hiraukan dari setiap bola-bola masalah yang pernah datang menghampiri pada hubungan kita, karena kamu adalah keyakinanku. Ya, kamu yang membuatku yakin agar aku tetap berdiri disampingmu, mendampingimu. 1000 hari telah kita lewati. Tidak, tidak... aku rasa lebih dari itu. Aku menggandengmu dari setiap musim, aku tetap menggenggamu dari setiap tikaian-tikaian yang berusaha meleraikan kita. Aku tetap menguatkan tali yang pernah kita ikat bers...
Postingan terbaru

Izinkan Aku Pergi

Aku tahu, kita bersama sudah mengelilingi beratus-ratus rotasi bumi. Bukan satu detik atau dua detikkan, atau semisal kamu ingin menghitungnya pakai jari, tidak mungkin-- karena salah. Aku milikmu, bahkan hati ini, tidak ada yang lain. Kalau kaukira aku punya kekasih lain, perkiraanmu bernilai nol besar. Sifatku, kebiasaanku, membiarkanmu mengeluarkan celoteh-celotehanmu yang berulang-ulang. Memasang telinga sudah jadi keharusanku, terkadang membuat aku dongkol sendiri. Aku tahu kamu menyayangiku. Mungkin masa kejenuhanku sudah diujung tanduk, yang selama ini aku gunungkan dalam benakku. Berdebat sudah jadi kebiasaan dalam halaman hubungan kita. Aku lelah, aku ingin lepas, terbang seperti burung. Tapi, kamu masih selalu memaksaku untuk tetap berdiri bersamamu, menggenggam erat tanganku—walaupun aku tahu tak sejalan dengan apa yang hatimu inginkan. Berkali-kali aku katakan, biarkan aku pergi sebentar. Tapi, air matamu selalu memaksa agar aku tetap tinggal, tetap memelukmu. Biarka...

LDR (Long Distance Relationship)

Pertemuan adalah sesuatu yang amat dirindukan, ketika jarak dan dinding waktu menghalangi tatap kita. Malam dan pagi adalah rotasi yang selalu ditunggu, karena semakin cepat waktu berputar, pertemuan kita semakin dekat; mata dan mata saling menatap, jemari yang saling menggenggam erat, berayun manja ditepi pantai-- bersama vespa kesayanganmu. Tak ada yang aku sangat rindukan malam ini, kecuali hamparan ombak yang menemani kita disetiap pertemuan, membawa romansa malam semakin manis. Ketika sandaran paling hangat aku rasakan berada dipundakmu, sambil kau mengusap kepalaku; katanya kau paling senang membelai rambutku. Ya, rambut yang tergerai panjang ini. Aku rindu, senyuman simetrismu ketikakau menyambutku turun dari bus yang berasal dari Kota Kembang. Kau mengambil tanganku untuk kau genggam, seakan kau tak membiarkanku untuk pergi lagi. Satu kalimat yang selalu menyapa disetiap awal pertemuan itu, “Aku merindukanmu!”. Itu menyentuh hatiku, sesak haru dadaku—karena aku bahagia melih...

Biarkan Aku Tetap Ada

Baiklah, aku akan pergi. Aku menyerah, aku langkahkan kakiku dari tempat dimana kamu berdiri. Simpanlah aku dalam untaian-untaian do’amu. Sebutlah dan rasakan namaku dalam fikiranmu. Biarkalah aku tetap ada, teman. Simpan dan kuburlah dalam peti hatimu; masa-masa indah yang pernah kita maknai. Hubungi aku jika kau merindukanku, satu atau dua kali dalam setahun. Biarkanlah aku sesekali menjadi seliran fikiranmu, walaupun namanya yang selalu menggema dalam fikiranmu. Biarkanlah aku tetap ada, teman. Telah aku ambil sihir kegelapanmu. Dan kugantikan kau dengan bintang benderang yang aku miliki di atas namamu. Biarlah aku tetap ada, teman. Jika aku tak hadir dalam hari kebahagiaanmu. Jangan pernah kau teteskan kesedihanmu. Karena do’a terbesarku selalu aku bubuhkan di atas namamu. Kisah-kisah kedekatan kita tak bisa terhitung oleh jari. Begitu seringnya kita membagi waktu dalam pagi hingga petang memanggil; kuhabiskan bersamamu di halaman-halaman hari kita....

Selamat Ulang Tahun, Ayah!

Ayah. Semoga nafas terakhirku ada di kakimu. Aku akan selalu mencintaimu karena Allah. Semoga Allah selalu mensejahterakan engkau, dengan rahmat dan berkahnya. Ayah. Kau adalah jiwaku, dan hidupku. Kau adalah dunia, dan surgaku. Apa yang aku bisa lakukan tanpamu. Oh Tuhan, apa yang akan bisa kulakukan tanpanya. Ayah. Waktu sudah membiarkan umurmu terus mengalir, hingga hari ini tepat di umurmu yang ke-73. Aku lebih sangat bahagia masih bisa melihat senyummu, tawa kecilmu yang terkadang kau sipukan malu-malu. Walaupun aku tahu, banyak lelahmu, banyak laramu, banyak letihmu yang kau sembunyikan. Tapi, pada kenyataannya kau masih tetap bisa berdiri dengan tegap dan tegar seperti prajurit Allah yang hebat. Mulutmu tak pernah berkata kau menyayangiku, tapi dari belaianmu--ketika kau usap rambut dan kepalaku; aku tahu, aku bisa merasakan bahwa kau lebih sangat menyayangiku lebih dari yang aku tahu. Maaf, semoga Allah memaafkanku. Karena mungkin aku belum bisa ...

Kehilangan

Aku dan kamu; sudah seperti sepatu, berjalan selalu beriringan; sudah seperti air, selalu mengalir bersama-sama. Aku akan ikut bersamamu, disampingmu, menggenggam tanganmu dengan erat, memelukmu dengan hangat saat kau merasa kedinginan. Kita satu, seperti tidak terpisahkan. Perkiraanku salah, ini bernilai nol besar. ​Aku membuka mataku lebar-lebar​, berharap ini hanya sebuah mimpi. Mimpi buruk yang membawaku dalam kegelisahan yang tak tertahankan. Aku menyadarkan diri dalam-dalam, apa aku sedang tertidur. Aku rasa, tidak. Pertanyaanku besar; apa yang terjadi. Tuhan, apa yang terjadi dengan hubunganku dengan dia. Kemarin-kemarin aku masih bahagia bersamanya, tertawa terbahak-bahak seakan tidak ada beban. Saat ini, aku harus kehilangan dia. Bagaimana aku jelaskan, dia sudah menjadi kelemahanku, dia sudah menjadi kebiasaanku. Bagaimana aku jelaskan keadaan hatiku gelisah tanpanya. Aku kehilangan diriku sendiri. Mengangis semalaman pun tidak akan mengembalikan d...

Bawa Aku Kembali ke Awal

Aku tak pernah menyangka bisa mengenalmu begitu dalam, sampai kamu bisa menarik hatiku dan membuat aku lebih mencintai dirimu daripada diriku sendiri. Bahkan kamu mengalihkan perhatianku untuk selalu menyayangimu, selalu berusaha ada saat kau membutuhkanmu, dan kamupun melakukan hal yang sama. Tak pernah sedetikpun aku kehilangan perhatian dari seorang kekasih sejak kamu berada di koridor hariku. Kamu selalu mempunyai seribu cara untuk membuat aku bahagia, dan tidak berpaling pada yang lain. Yang aku tahu; kamu adalah apa yang selalu aku inginkan. Entah bagaimana caranya, aku selalu merasa sempurna  sejak kamu ada bersamaku. Tertawa, bahagia, aku sampai lupa sejak kapan aku terluka karena orang yang salah. Aku mengerti, jalan cinta tak selamanya mulus. Akan sulit, jika kita mengangapnya sulit, dan akan mudah, jika kita menganggapnya mudah. Dan mungkin kita lupa kata "mudah" itu sehingga sulit adalah pilihan kita. Ketika berpisah adalah jalan terakhir kita. Meng...