Kau datang seperti kupu-kupu dan hinggap di bunga hidupku. Kau beri warna dari setiap ejaan jalan hidupku, kau mengajariku berbagai pengalaman dalam hidup walaupun aku belum melihat jelas tampakmu seperti apa, tampannya, manisnya bahkan kecerdasanmu berbicara secara langsung. Aku hanya bisa mendengar suaramu yang lantang tetapi penuh ketulusan diujung telefon disetiap malam. Entah kenapa wujud diriku yg sebenarnya, apa yang ada di dalam diri ini aku bisa perlihatkan dan bisa aku ungkapkan di depanmu, dan aku bisa menjadi diriku sendiri. Ya, aku menemukan cermin diriku di dalam dirimu. Kau tutupi kekuranganku dengan kelebihanmu.
Tiba saatnya, kau katakan kalau kau jatuh hati padaku. Bahwa aku adalah bidadari yang selama ini kau impikan yg selalu datang dalam setiap malamu. Aku hanya bisa diam, aku tidak bisa menjawab bahkan sepatah katapun aku hanya bisa tertawa yg menganggap itu gurauan mu. Lagi, kau katakan kalau kau ingin menjadi kekasihku dan berbagi cinta dan kasih untuk selamanya. Entah, aku masih berfikir dengan jawaban "Ya", kenapa? Kenapa aku menahan hati ini untuk mengatakan "Ya"? Akupun kebingungan untuk itu? Mungkin kau belum bisa menanamkan kepercayaan penuh dihati ini. Aku bukan seorang wanita yg hanya bisa disuguhi oleh omongan belaka, aku bukan wanita seperti itu, Tuan!
Kau mulai lelah, kau menghilang dengan perlahan. Kupu-kupu yg dulu pernah hinggap kini dia terbang entah kemana. Aku mulai kehilangan, gurauan mu, kata manismu, perhatianmu bahkan semangat yang selalu kau berikan kepadaku. Disetiap waktu pagi, siang dan malam dimana kau selalu menyapaku dengan kata-kata manismu itu sekarang hilang entah kemana.
Rindu itu mulai datang, kata cinta mulai aku tulis di catatan kecilku. Ya benar, ketika kau pergi, keterlambatan cinta itu datang. Ya penyesalan itu datang, Ketika.. Cinta Datang Terlambat!
Komentar
Posting Komentar