Langsung ke konten utama

Cinta Datang Terlambat

Kau datang seperti kupu-kupu dan hinggap di bunga hidupku. Kau beri warna dari setiap ejaan jalan hidupku, kau mengajariku berbagai pengalaman dalam hidup walaupun aku belum melihat jelas tampakmu seperti apa, tampannya, manisnya bahkan kecerdasanmu berbicara secara langsung. Aku hanya bisa mendengar suaramu yang lantang tetapi penuh ketulusan diujung telefon disetiap malam. Entah kenapa wujud diriku yg sebenarnya, apa yang ada di dalam diri ini aku bisa perlihatkan dan bisa aku ungkapkan di depanmu, dan aku bisa menjadi diriku sendiri. Ya, aku menemukan cermin diriku di dalam dirimu. Kau tutupi kekuranganku dengan kelebihanmu.
Tiba saatnya, kau katakan kalau kau jatuh hati padaku. Bahwa aku adalah bidadari yang selama ini kau impikan yg selalu datang dalam setiap malamu. Aku hanya bisa diam, aku tidak bisa menjawab bahkan sepatah katapun aku hanya bisa tertawa yg menganggap itu gurauan mu. Lagi, kau katakan kalau kau ingin menjadi kekasihku dan berbagi cinta dan kasih untuk selamanya. Entah, aku masih berfikir dengan jawaban "Ya", kenapa? Kenapa aku menahan hati ini untuk mengatakan "Ya"? Akupun kebingungan untuk itu? Mungkin kau belum bisa menanamkan kepercayaan penuh dihati ini. Aku bukan seorang wanita yg hanya bisa disuguhi oleh omongan belaka, aku bukan wanita seperti itu, Tuan!
Kau mulai lelah, kau menghilang dengan perlahan. Kupu-kupu yg dulu pernah hinggap kini dia terbang entah kemana. Aku mulai kehilangan, gurauan mu, kata manismu, perhatianmu bahkan semangat yang selalu kau berikan kepadaku. Disetiap waktu pagi, siang dan malam dimana kau selalu menyapaku dengan kata-kata manismu itu sekarang hilang entah kemana. 
Rindu itu mulai datang, kata cinta mulai aku tulis di catatan kecilku. Ya benar, ketika kau pergi, keterlambatan cinta itu datang. Ya penyesalan itu datang, Ketika.. Cinta Datang Terlambat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Pangeran Kodokku

Sudah seminggu ini aku tak dengar kabarmu, kamu yang selalu mengucapkan selamat pagi hingga selamat tidur. Padahal tak seharusnya aku kehilanganmu, kamu bukan siapa siapa aku, kamu bukan kekasih aku dan kamu bukan.. Yasudahlah pokonya kamu bukan seseorang yang special. Tapi mengapa aku harus merasa sangat hampa tanpa melihatmu, merasa sendiri tanpa kehadiranmu biasanya kau datang dengan sapa senyum lebar dan merangkulku. Aku kini bahkan tak melihat batang hidungmu. Aku rindu, itu benar. Walaupun kita hanya sebatas sahabat karib, tapi jauh dalam lubuk hati ini kusimpan namamu, entah kenapa aku merasa nyaman di dekatmu bahkan perhatianmu melebihi kekasihku, terkadang aku lebih memilih pergi bersamamu dibandingkan dengan lelaki yang super cuek itu, yang tak bisa sedikitpun memahami keinginanku, dia egois. Tapi senyummu Tuan, yang sering ku panggil "pangeran kodok" aku tak tahu mungkin selama kita dekat benih benih cinta ini mulai muncul, aku tak mengerti kenapa aku merasa k...

Masa Lalumu

Dia memang sudah paling lama hadir di kehidupan kamu, sehingga kamu mungkin pernah mengaguminya begitu dalam, dan bahkan mencintainya dengan sangat. Ya, aku bisa pahami itu. Hal yang wajar, seseorang pasti mempunyai cerita di masa lalunya, baik ataupun buruk. Aku tak bisa pungkiri tentang itu, karena aku pun punya masa lalu. Tapi, apa kamu yakin-- kamu bisa menoleh sepenuhnya, ketika masa lalumu masih saja kau tancapkan dengan tongkat dihatimu, dan dia masih hadir setiap hari dikehidupan kamu; yang paling setia menyapamu disetiap pagi hingga malam, menjadi teman bercandamu disela-sela hari, yang paling setia mendengar keluhanmu ( stay on chat ). Dan aku, aku tak bisa paling setia hadir dalam ruang obrolan chat mu, karena aku mempunyai dunia yang mungkin kamu sudah pahami, membuat otakku berputar seharian, file-file yang bertumpuk dimeja kerja adalah temanku dalam mewarnai hari, walaupun pada kenyataannya tak pernah berwarna. Karena warna hidupku ada padamu, senyummu--- d...

Di Bawah Kebahagiaanmu (2)

Aku merasakan angin sepoy-sepoy yang sedang berusaha merasuki kulitku, dan mataku masih ku pejamkan. Jiwaku merasakan kehadiran seseorang di belakangku, aku tahu itu kamu. Aku bisa merasakan kehadiranmu walaupun ke dua mataku belum melihat sosokmu. Bagaimana tak ku kenali, aku sudah mengenalmu sejak kita duduk di kelas putih abu. Sejak kita masih makan es krim coklat bersama di atas balkon ini, sampai kau selalu merengeh kepadaku untuk dibelikan es krim lagi, kau tidak akan puas jika belum memakan hingga tiga kali, aku tahu itu kamu. Kau menyapaku dengan memanggil, "Hi, Tigerku!", katanya itu panggilan pahlawan untukku. Karena sejak dulu hingga sekarang aku selalu menjadi pahlawanmu, sekalipun aku harus mengorbankan perasaanku, apa kau yakin dengan itu? Tapi, apa aku harus meyakini bahwa kau bukan ditakdirkan untukku, berdiri di atas tandu pelaminan bersamamu, kenapa? Apa kau bisa jelaskan? Aku sangat mengerti, kamu menunggunya sudah sekian lama, dan kini pangeranmu ...