Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Pesonamu

Aku tak menyangka akan bertemu seorang lelaki dengan senyumannya yang anggun dan penuh ramah tamah, tetapi dibalik senyuman yang membuat aku mengguling gulingkan fikiran semalaman, dia menyimpan seribu rahasia dibalik pribadinya. Dengan sekejap saja dia mampu menghipnotis dan membuatku memikirkannya setiap waktu, tak bisa aku melenyapkan sedetik saja semenjak aku bertemu dengannya. Mengapa kau begitu mudah menarik hati ini? Sihir apa yang kau punya, Tuan? Mengagumkan. Sebulan yang penuh dengan kekagumanku padamu, sikapmu yang anggun penuh tegas, keramahan dalam setiap santunanmu, kehalusan dalam setiap tutur kata dan senyuman yang begitu mempesona, sudahlan semua itu tak dapat aku gambarkan. Aku tak pernah bosan memandangmu ketika kamu sedang berbicara panjang lebar hingga aku tak bisa sedetikpun berpaling darimu, pipimu terlihat memerah dan kamu tersipu malu ketika aku memandangmu dalam. Itu membuat hatiku tertawa kecil. Tuan, seandainya perempuan itu yang selalu kau banggakan ...

Untuk Pangeran Kodokku

Sudah seminggu ini aku tak dengar kabarmu, kamu yang selalu mengucapkan selamat pagi hingga selamat tidur. Padahal tak seharusnya aku kehilanganmu, kamu bukan siapa siapa aku, kamu bukan kekasih aku dan kamu bukan.. Yasudahlah pokonya kamu bukan seseorang yang special. Tapi mengapa aku harus merasa sangat hampa tanpa melihatmu, merasa sendiri tanpa kehadiranmu biasanya kau datang dengan sapa senyum lebar dan merangkulku. Aku kini bahkan tak melihat batang hidungmu. Aku rindu, itu benar. Walaupun kita hanya sebatas sahabat karib, tapi jauh dalam lubuk hati ini kusimpan namamu, entah kenapa aku merasa nyaman di dekatmu bahkan perhatianmu melebihi kekasihku, terkadang aku lebih memilih pergi bersamamu dibandingkan dengan lelaki yang super cuek itu, yang tak bisa sedikitpun memahami keinginanku, dia egois. Tapi senyummu Tuan, yang sering ku panggil "pangeran kodok" aku tak tahu mungkin selama kita dekat benih benih cinta ini mulai muncul, aku tak mengerti kenapa aku merasa k...

Salah Paham

Aku masih merasa sendirian ditengah keramaian, kenapa semua menjadi semakin memburuk. Semuanya terlihat kosong dan hampa, apa yang kulihat tak ada yang dapat kusapa. Aku hanya ingin jalan yang dulu dimana ada kebahagian, keceriaan, senyum lebar dan candaan yang dapat bebas lepas. Mengapa semuanya menghilang begitu saja, karena hal sepele yang tak pantas untuk dipermasalahkan. Kesalah pahaman antara aku dan kamu membuat semua berubah tiga ratus enam puluh derajat. Kemana akan kucari dirimu lagi yang selalu menemani disetiap langkahku, setiap belaian kasih sayangmu, orang yang selalu menghapus deraian air mataku, orang yang selalu membangunkanku ketika aku terjatuh. Aku merindukanmu, Tuan. Seharusnya kamu mengerti bahwa semuanya akan kembali membaik. Tapi kau malah acuh tak acuh padaku, melihat wajahku saja kau tak mau. Percayalah, aku tak sebodoh yang kamu fikirkan. Aku adalah wanitamu yang senantiasa menyayangimu, perhatianku hanya untukmu, senyum dan sedihku karenamu dan dirimu ada...

Doaku Untuknya

Tuhan, aku tahu perpisahanku dengannya adalah kebaikan untuk kita. Aku tahu, mungkin aku tidak pernah bisa untuk mengerti bagaimana dia, bagaimana untuk memahaminya. Mungkin dia lebih bahagia bisa bebas lepas dari genggaman ku. Aku lepaskan dia bersama sayapku terbang entah kemana. Tuhan, Engkau sangat mengerti bagaimana aku hanya bisa menjaganya dalam doa, walaupun ragaku tak bisa menjaganya secara langsung. Aku hanya bisa membahagiakannya dengan caraku sendiri dengan apa yang ada dalam diri ini, tapi mungkin dia tidak bisa menerimanya dengan baik. Untuk itu, dia lebih melangkah meninggalkanku. Engkau tahu bagaimana aku mendambanya dari setiap ucap yang aku utarakan pada teman temanku walaupun mereka mencaci kekurangannya, tapi aku tetap membanggakannya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tuhan, tugasku saat ini sudah selesai aku hanya bisa menjaganya hingga ujung perjalanan ini. Karena dia memilih untuk berjalan ke arah yang berbeda dimana aku tak mungkin dan takkan perna...

Demi Kebaikanmu

Sudah kusimpan jauh jauh kenangan ku bersama mu, laki laki berhidung mancung dengan tubuhnya yang tegak dan berbadan kekar. Tapi siang tadi kamu beranjak menemuiku ditengah kesibukanku dengan tumpukan tumpukan tugas study ku. Aku tak tahu maksud kamu apa tiba tiba datang mengabariku dan mengajaku bertemu dengan mata indahmu lagi. Siang itu aku memantapkan diri untuk bisa bertatapan dengan matamu lagi, orang yang pernah hadir dihidupku dan sempat menjadi seseorang yang aku banggakan. Ditengah keramaian kau mengajaku makan siang. Aku tak tahu aku harus bahagia atau sedih mendengar kabar berita itu, perasaanku gundah gulana ketika kau menyodorkan kartu pernikahanmu dengan wanita itu. Ya, wanita pilihan orangtua mu. Mungkin aku bisa membuat permainan pada senyumanku siang itu, berusaha tetap tersenyum lebar mendengar berita pernikahanmu. Tapi seandainya kamu tahu, seribu kekecewaan yang dicampuri kesedihan kusimpan dalam dalam dibalik hati ini. Hancur! Ya benar, melebur berkemping kepin...

Saat Kau Meninggalkanku

Bukan hal yang mudah ketika aku harus melihat kamu dengan wanita itu. Wanita yang dulu pernah masuk kedalam hubungan kita dimana kamu memilih meninggalkan aku dan pergi menggenggam tangannya di depan mataku. Kau jahat, Tuan! Kau simpan hatimu dimana. Aku juga wanita yang punya hati, yang bisa sakit, terjatuh dan terpuruk jika hatinya dilukai. Harusnya kau tau itu Tuan. Ya aku lemah, aku tak berdaya, aku tak kuasa apa-apa tanpamu, aku akui itu. Aku tak tahu harus mencari jalan kemana, harus pergi kemana dan kearah mana, semuanya kosong dan hampa Tuan. Ya, aku serasa kehilangan diriku sendiri karena separuh jiwaku ada dalam dirimu. Aku terjatuh semakin dalam dan dalam. Hari itu masih ku ingat, hari dimana ulang tahun ku yang seharusnya aku bisa tertawa lepas digenap umurku dua puluh tahun. Jantungku tersentak hebat saat kulihat seorang laki-laki berjalan menghampiriku dengan membawa seikat bunga mawar merah, dengan rambut rapinya yg tertata gel. Ternyata dia orang yang pernah menghian...

Bahagiamu, Bahagiaku!

Malam ini dimana angin berhembus sepoy-sepoy membawaku dalam seribu kenangan, dimana aku masih menjadi satu bunga terindahmu yang kau jaga dengan baik dengan pedang disakumu untuk melindungiku. Laki-laki berkacamata dengan berambut ikal itu datang dalam sejuta ingatanku ditengah kedamaian malam ini. Kamu sudah berubah Tuan, kini kacamatamu sudah kamu lepas dan rambut ikalmu sudah tertata rapih, sekarang kamu sudah bisa menjaga diri dengan baik. Keharuman parfum tadi siang membawaku dalam buaian kenangan tiga tahun yang lalu dimana kita masih satu menjalin sebuah hubungan yang tak pernah bisa berujung kebahagiaan. Kamu yang memakai kalung salib dilehermu dengan mengepalkan tangan untuk bedoa, dan sedangkan aku bersujud dan menyimpuhkan tangan pada-Nya. Ya benar, hal itu yang tidak bisa menyatukan kita. Tuhan kita satu, tetapi cara kita berbeda. Aku tahu Tuan sekarang kamu sudah bahagia dengan wanita pilihanmu itu, wanita yang katanya rela memutuskan urat nadinya untukmu, wanita yang ...

Tersenyumlah di Surga, Priaku

Masih jelas dimataku seliran senyum terakhirmu malam itu. Saat kamu kirimkan serangkai bunga mawar merah kesukaanku yang menambah keindahan malam dibawah bintang bintang. Kau katakan, kau akan selalu ada disampingku dalam suka dan dukaku. Kau katakan bahwa kau akan selalu menyayangi ku seperti kau menyayangi Ibumu. Aku tak tahu, sungguh tak pernah ku sangka. Kata manis yang kau lontarkan malam itu adalah hari terakhir ku mendengar suaramu. Bagaimana aku bisa percaya? Mengapa aku harus kehilanganmu secepat ini, kenapa? Bagaimana kau menepati janji-janjimu? Kamu katakan kau akan menyandingku tahun nanti. Kau buat seribu impian untuk masa depan kita kelak. Bagaimana kau akan memenuhi semua itu, kesatriaku?  Sungguh aku sangat terpukul saat aku dengar kabar dari Ibumu, kau telah meninggalkan orang-orang yang menyayangimu termasuk aku, harapan dan impian yg telah kita rangkai dahulu. Mengapa kau pergi secepat ini tanpa pamit? Aku sungguh sangat terpukul dengan kabar itu. Penyakit yan...

Tanda Tanya

Dalam diri yang tak bisa aku mengerti, ada seribu tanda tanya. Apakah aku belum tahu siapa diriku ini yang sebenarnya, apa itu hanya pertanyaan pertanyaan bodoh yang tak sepantasnya aku jawab. Bagaimana aku bisa mendefinisikannya satu satu Tuhan, bagaimana? Bantu aku. Aku tak tahu ketika aku harus berjalan kearah yang sama dimana aku pernah tinggal disana, dimana aku pernah berbagi suka cita disana, dimana aku bisa menangis dan tertawa. Mengapa aku harus berjalan kearah ini lagi? Aku tak mau Tuhan kesedihan dan kekecewaan di akhir cerita itu terulang lagi, dimana aku hanya bisa memikulnya sendiri tanpa ada yang bisa mengerti aku saat itu bagaimana. Aku tak mau.  Seharusnya aku bisa menerima keadaan ini dimana Api dan Air tidak akan pernah bisa bersatu, mereka saling memecahkan satu sama lain. Aku tak bisa apa apa. Aku bukan apa apa tanpa Mu-Tuhan. Jawab segala pertanyaan bodoh yang selama ini menghantui fikiranku, aku hanya ingin mengerti itu. Cukup.