Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Izinkan Aku Pergi

Aku tahu, kita bersama sudah mengelilingi beratus-ratus rotasi bumi. Bukan satu detik atau dua detikkan, atau semisal kamu ingin menghitungnya pakai jari, tidak mungkin-- karena salah. Aku milikmu, bahkan hati ini, tidak ada yang lain. Kalau kaukira aku punya kekasih lain, perkiraanmu bernilai nol besar. Sifatku, kebiasaanku, membiarkanmu mengeluarkan celoteh-celotehanmu yang berulang-ulang. Memasang telinga sudah jadi keharusanku, terkadang membuat aku dongkol sendiri. Aku tahu kamu menyayangiku. Mungkin masa kejenuhanku sudah diujung tanduk, yang selama ini aku gunungkan dalam benakku. Berdebat sudah jadi kebiasaan dalam halaman hubungan kita. Aku lelah, aku ingin lepas, terbang seperti burung. Tapi, kamu masih selalu memaksaku untuk tetap berdiri bersamamu, menggenggam erat tanganku—walaupun aku tahu tak sejalan dengan apa yang hatimu inginkan. Berkali-kali aku katakan, biarkan aku pergi sebentar. Tapi, air matamu selalu memaksa agar aku tetap tinggal, tetap memelukmu. Biarka...