Kita yang sudah terlihat berjauhan. Dan kita sudah berjalan ke arah yang berbeda. Kita sudah mempunyai kebahagiaan masing masing, dan itu mungkin hanya fikiranku. Tapi tidak untukmu. Kamu sudah terjatuh, dan seorang pria berusaha membangkitkanmu. Nyatanya itu bernilai Nol Besar. Aku bisa lihat itu ketika aku menatap matamu jelas di bola mataku.
Pandangan satu tahun lalu, yang ku kira itu waktu yang cukup lama. Kamu masih menyimpan hal hal yang seharusnya patut untuk dimusnahkan. Tapi kamu masih saja menyimpan dengan baik disatu tempat dihati dan fikiranmu. Apa hal yang tak bisa kamu lupakan dariku Nona? Aku sama seperti pria lainnya. Apa aku sesempurna itu? Katanya hanya aku yang bisa membuatmu bahagia, yang membuatmu bangkit dari terjatuhnya impian, dan katanya hanya aku yang bisa membuat duniamu indah lagi.
Maafkan aku Nona, aku tak bisa untuk menyentuh hidupmu lagi. Aku sudah berjalan dengannya bahkan kita sudah berdampingan. Waktu itu nyatanya kamu bisa berjalan dengan pria lain saat jarak memisahkan kita, mengapa sekarang saat aku dekat denganmu kau memintaku kembali. Aku tak sebodoh itu Nona.
Aku akui wanitaku tak sehebat kamu, yang nyatanya kau mampu merebut setengah hatiku. Tapi aku tak mau harus melihat perihku lagi saat kau bermesra ria dibelakangku. Aku tak mau hal itu terulang lagi. Aku berusaha mengobati hatiku saat ini. Pergilah dengannya, bawa dia bersama jalanmu. Ajak dia ke dunia dan dalamnya hatimu. Kamu pasti bisa bahagia dengannya. Dan aku pasti bisa bahagia dengannya juga.
Komentar
Posting Komentar