Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

Kerinduan dibalik Jarak

Hari ini hari dimana seribu keresahan menggebu dalam laraku, dimana aku tidak bisa melihat keindahan matamu, senyuman manis dengan lesung pipitmu dan sentuhan kasih sayang disetiap hariku. Aku tahu kau pergi bukan hanya untukmu tapi untuk masa depan kita, untuk impian kita dan untuk mimpi-mimpi kita yang sudah kita rangkai dari sejak dulu. Aku tak tahu bagaimana aku ungkapkan kegelisahanku saat rindu mulai merasuk dalam kalbu ini. Ketika aku melangkah mengantarmu keujung jalan rasanya aku tak relakan itu semua, kamu pergi dengan meninggalkan bayang-bayang semu. Kau tak hadir lagi dalam tatapan langsungku, aku tak dapat menyentuh senyummu dengan mencubit pipimu, ucapanmu yang selalu mendamaikan hati  dan sikap anggun dan manjamu yang selalu membuat ku betah dalam pangkuanmu. Aku rindukan itu semua.  Bagaimana aku utarakan semuanya Tuan. Sungguh aku merindukamu disini. Aku takut Tuan, ketidakyakinan itu datang. Ketidakyakinan dimana kamu tidak akan kembali. Tapi aku selalu me...

Hati yang Kau Tinggalkan

Dalam kesibukan ku yang selalu tergumpal oleh urusan-urusan pekerjaan dan studyku. Aku masih saja menyelipkan fikiran tentangmu, apa yang kamu lakukan disana, apa yang kau fikirkan dan apa yang sedang kamu kerjakan. Bagaimana kabarmu sekarang? Sudah lama kita tidak bersua semenjak tiga bulan yang lalu saat kamu pergi dari kehidupan aku. Aku tak mengerti cinta apa yang kamu tanam dihati ini, mengapa kamu masih meninggalkan hatimu dalam hati ini, mengapa kamu menyiksaku atas perasaan ini, sehingga sampai saat ini aku masih menutup rapat-rapat pintu untuk orang lain, dan aku masih mengunci hati ini untuk orang yang akan menggantikanmu. Mengapa, Tuan? Seandainya engkau tau, aku sakit dengan keadaan ini. Bagaimana aku memulihkannya kembali, bagaimana aku menyembuhkannya kembali dan bagaimana aku memperbaikinya kembali. Sungguh Tuan aku masih terpukul atas kejadian itu. Kata maaf yang kau ucapkan berulang kali dalam pesan-pesan itu, belum aku bisa pulihkan menjadi baik lagi. Aku masih ter...

Untukmu "Selamat Ulang Tahun"

Kamu memang indah, terimakasih untuk pernah singgah di hati ini. Terimakasih untuk kenangan yang kau berikan kepadaku, dan terimakasih untuk semua hal baik suka dan duka yang kau selipkan dihidupku. Mungkin aku wanita bodoh yang terlalu amat mencintai dan menyayangimu sampai sedalam ini, sehingga semenjak kepergianmu aku masih saja menyimpan harapan dijauh lubuk hati ini agar kau bisa kembali dalam kehangan hubungan kita berdua seperti dulu. Tapi sudahlah apa yang aku harus aku harapkan dari dirimu, semuanya sudah terjadi, waktu telah menenggelamkan hubungan ini hingga akhirnya kita jauh dan terpisahkan oleh jarak. Dalam kediamanku yang tercampuri benci dan rindu yang begitu menyiksaku. Aku tak tahu harus melakukan apa, ketika rindu itu datang aku hanya bisa memeluknya sendiri seperti terpuruk dengan keadaan. Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan bahkan aku hanya bisa memandangi album photo kita berdua dulu dan merasuki kedalamnya seperti aku masuk dalam kenangan itu. Kini aku tak ...