Aku tak tahu akan sedatar ini
rasaku sekarang, aku seakan kehilangan sesuatu yang pernah menjelma dan menyatu
dalam jiwa, semuanya terasa FLAT. Aku kehilangan rasa, entah karena aku masih
punya keyakinan akan satu hal itu atau memang aku yang belum bisa menerima
keputusanmu, atau bahkan kau yang tak membiarkan rasaku untuk kembali dalam
hati ini. Aku tak tahu semuanya akan serumit itu, rasaku bukan rasaku lagi, aku
bahkan bingung dan tak mengenalnya. Aku mencoba berfikir akan semua yang telah
terjadi dari satu bulan yang lalu, dimana kamu lebih melangkah pergi untuk
wanita itu. Aku masih tak percaya, tapi ucapanmu yang meyakinkanku bahwa akulah
yang tak sebenarnya kau cintai menyadarkanku akan semua. Hanya wanita bodoh
yang seakan tak tahu apa-apa, yang kau permainkan semaumu dan kau jungkir
balikan rasanya semau keegoisanmu. Hebat! Tapi seharusnya kamu ingat, aku
adalah seorang wanita yang pernah mencoba memahami dan mengerti bagaimana hati
dan kehidupanmu sehingga aku tahu itu lambat laun, karena kamu tahukah Tuan? “firasat
seorang wanita tentang orang yang dicintainya itu sangatlah kuat.”
Sudah seminggu ini aku tak dengar kabarmu, kamu yang selalu mengucapkan selamat pagi hingga selamat tidur. Padahal tak seharusnya aku kehilanganmu, kamu bukan siapa siapa aku, kamu bukan kekasih aku dan kamu bukan.. Yasudahlah pokonya kamu bukan seseorang yang special. Tapi mengapa aku harus merasa sangat hampa tanpa melihatmu, merasa sendiri tanpa kehadiranmu biasanya kau datang dengan sapa senyum lebar dan merangkulku. Aku kini bahkan tak melihat batang hidungmu. Aku rindu, itu benar. Walaupun kita hanya sebatas sahabat karib, tapi jauh dalam lubuk hati ini kusimpan namamu, entah kenapa aku merasa nyaman di dekatmu bahkan perhatianmu melebihi kekasihku, terkadang aku lebih memilih pergi bersamamu dibandingkan dengan lelaki yang super cuek itu, yang tak bisa sedikitpun memahami keinginanku, dia egois. Tapi senyummu Tuan, yang sering ku panggil "pangeran kodok" aku tak tahu mungkin selama kita dekat benih benih cinta ini mulai muncul, aku tak mengerti kenapa aku merasa k...
Komentar
Posting Komentar