Langsung ke konten utama

Dia! ENGKAU Kirim Untukku

Kali ini saat ku mencoba membuka hati, membuka mata, terbangun dalam tidur yang selama ini menumpuk kegelapan dimana aku sudah terjatuh terlalu dalam, dan tenggelam dalam kesepian yang dipadu dengan kekosongan jiwa. Kulihat sesosok pria yang sudah ku kenal cukup lama. Mungkin dia tahu bahkan dia mengerti bagaimana aku, kekurangan dan kelebihan dari dalam diri. Mengapa saat aku berusaha membangun cinta kembali, dia yang selalu hadir, dia yang selalu hinggap disetiap mimpiku dan lagi-lagi mengapa dia yang selalu anggun dalam memperlakukanku. Tuhan apa mungkin dia adalah seorang pangeran yang kau kirim untukku, tidak hanya untuk mengganti dia yang pergi dari hati, tetapi untuk hidup bersamaku menjalin kasih sayang hingga akhir nafasku?
Aku melihat musim gugur yang berubah menjadi musim semi, aku melihat malam yang berubah menjadi siang, kau peneduh mataku. Aku melihat dunia dalam setiap kata-katamu, kau menyentuhku dengan pandanganmu, kau mendengarkanku dengan ketenanganmu, kau penenang jiwaku. Setiap perhatianmu adalah indah, tangisku kini menjadi senyumku, gundahku kini menjadi tawaku, kau mengubah keburukan menjadi kebaikan, kau penyemangatku. Dengan gurauanmu kau menghapus air mataku, dengan kekonyolanmu kau mengubah hariku, dan kau pelengkap dalam ibadahku. Semua terlihat nyata untuk yang tidak nyata.
Aku tak bisa mengutarakan apa-apa lagi. Kini dengan berat hati dan tersenyum aku katakan, Aku melihat sifat Tuhan-ku dalam dirimu. "Tujh mein rab dikhta hai (Aku melihat Tuhan-ku dalam dirimu)." 

Komentar

  1. Asik. Sempurnanya dia. Cc: Dia.

    Mampir juga ke www.temannulis.com ya. :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Pangeran Kodokku

Sudah seminggu ini aku tak dengar kabarmu, kamu yang selalu mengucapkan selamat pagi hingga selamat tidur. Padahal tak seharusnya aku kehilanganmu, kamu bukan siapa siapa aku, kamu bukan kekasih aku dan kamu bukan.. Yasudahlah pokonya kamu bukan seseorang yang special. Tapi mengapa aku harus merasa sangat hampa tanpa melihatmu, merasa sendiri tanpa kehadiranmu biasanya kau datang dengan sapa senyum lebar dan merangkulku. Aku kini bahkan tak melihat batang hidungmu. Aku rindu, itu benar. Walaupun kita hanya sebatas sahabat karib, tapi jauh dalam lubuk hati ini kusimpan namamu, entah kenapa aku merasa nyaman di dekatmu bahkan perhatianmu melebihi kekasihku, terkadang aku lebih memilih pergi bersamamu dibandingkan dengan lelaki yang super cuek itu, yang tak bisa sedikitpun memahami keinginanku, dia egois. Tapi senyummu Tuan, yang sering ku panggil "pangeran kodok" aku tak tahu mungkin selama kita dekat benih benih cinta ini mulai muncul, aku tak mengerti kenapa aku merasa k...

Masa Lalumu

Dia memang sudah paling lama hadir di kehidupan kamu, sehingga kamu mungkin pernah mengaguminya begitu dalam, dan bahkan mencintainya dengan sangat. Ya, aku bisa pahami itu. Hal yang wajar, seseorang pasti mempunyai cerita di masa lalunya, baik ataupun buruk. Aku tak bisa pungkiri tentang itu, karena aku pun punya masa lalu. Tapi, apa kamu yakin-- kamu bisa menoleh sepenuhnya, ketika masa lalumu masih saja kau tancapkan dengan tongkat dihatimu, dan dia masih hadir setiap hari dikehidupan kamu; yang paling setia menyapamu disetiap pagi hingga malam, menjadi teman bercandamu disela-sela hari, yang paling setia mendengar keluhanmu ( stay on chat ). Dan aku, aku tak bisa paling setia hadir dalam ruang obrolan chat mu, karena aku mempunyai dunia yang mungkin kamu sudah pahami, membuat otakku berputar seharian, file-file yang bertumpuk dimeja kerja adalah temanku dalam mewarnai hari, walaupun pada kenyataannya tak pernah berwarna. Karena warna hidupku ada padamu, senyummu--- d...

Di Bawah Kebahagiaanmu (2)

Aku merasakan angin sepoy-sepoy yang sedang berusaha merasuki kulitku, dan mataku masih ku pejamkan. Jiwaku merasakan kehadiran seseorang di belakangku, aku tahu itu kamu. Aku bisa merasakan kehadiranmu walaupun ke dua mataku belum melihat sosokmu. Bagaimana tak ku kenali, aku sudah mengenalmu sejak kita duduk di kelas putih abu. Sejak kita masih makan es krim coklat bersama di atas balkon ini, sampai kau selalu merengeh kepadaku untuk dibelikan es krim lagi, kau tidak akan puas jika belum memakan hingga tiga kali, aku tahu itu kamu. Kau menyapaku dengan memanggil, "Hi, Tigerku!", katanya itu panggilan pahlawan untukku. Karena sejak dulu hingga sekarang aku selalu menjadi pahlawanmu, sekalipun aku harus mengorbankan perasaanku, apa kau yakin dengan itu? Tapi, apa aku harus meyakini bahwa kau bukan ditakdirkan untukku, berdiri di atas tandu pelaminan bersamamu, kenapa? Apa kau bisa jelaskan? Aku sangat mengerti, kamu menunggunya sudah sekian lama, dan kini pangeranmu ...