Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Masa Lalu Itu Hadir Kembali

Aku harus bercerita apa lagi, benar perkiraaan aku kalau dia akan hadir lagi di kehidupan aku.  Dia berkata, "sejauh apapun merpati putih terbang, dia akan tetap kembali ke rumahnya" .  Ya, aku mengerti betul tentang itu, apa dia mau mengetuk pintu hatiku ketika aku sudah tutup rapat-rapat semua tentangnya.  Aku berusaha menghapus semua komitmen yang pernah kita buat, walaupun berat untuk menentang prinsipku, ketika aku harus ingkar dengan diriku sendiri, aku benci jika harus mengingkar janji.  Tapi harus bagaimana lagi, jika semua yang aku inginkan dan harapkan tak pernah sedikitpun engkau fikirkan.  Apakah aku harus bertahan sendirian, memendam asa yang lama terpendam, berharap kau memberikan mentari pagi lagi yang pernah hilang, sayangnya aku tak sebodoh itu.  Sekarang, kamu hadir lagi seperti memberikan harap yang pernah ku kubur dalam-dalam. Membangkitkan aku ketika aku mulai lelah memikul beban yang berat di pundakku, memunculkan kembal...

Heart Vs Mind

Kali ini aku kembali dengan cerita yang baru, cerita tentang seorang pria yang begitu besar memberikan harapannya padaku. Benar, aku telah bangkit setelah setengah tahun yang lalu aku melepasnya, melepas kepergian dari seorang pria yang sempat dulu menjadi pria yang paling sempurna di mataku. Aku tahu kehadiran wanitamu yang baru, sudah lebih cukup mengobati luka yang pernah aku berikan padamu, aku harap senyuman lebar saat kau pajang fhoto bersamanya di "display picture"-mu adalah kebahagiaan yang tak pernah hilang dibenakmu dan wanitamu bisa lebih mencintaimu dari pada aku yang dulu yang begitu sangat mencintaimu. Mencintai, apalah arti semua itu jika semuanya telah pergi. Aku mulai terbangun lagi dari mimpi masa laluku, dan aku mulai membukakan pintu hati ini untuk seseorang yang baru. Dia hadir, seseorang yang sebelumnya belum pernah aku temui, dia adalah sahabat dari temanku. Kehadirannya yang saat pertama sempat aku tolak mentah-mentah, kini dia menempati posisi yang...

Tulus Tak Terbalas

Di malam ini dimana  air hujan telah lelah menangis, udara dingin yang terasa merasuki kulitku dengan perlahan, dan disini aku masih diam terpaku mengingatmu. Sejak kepergianmu dua bulan yang lalu, saat air mata begitu deras jatuh dipipiku, yang membuat mataku menjadi lebam seharian. Aku memang mungkin terlihat lemah, tapi memang kenyataanya seperti itu, karena aku memang sangat menyayangimu dengan tulus, mencintaimu dalam setiap detak jantungku, mengasihi anda dengan setiap doa yang selalu kupanjatkan disetiap ibadahku. Tapi entahlah aku harus berkata apalagi, memang kenyataanya seperti itu, kamu tak pernah bisa menghargai kehadiranku, tak pernah bisa menganggapku ada, bermain dengan wanita lain dengan semaumu, bercengkrama melewati pesan singkat dibelakangku, dan aku tak tahu seromantis apa pesan itu. Jahat sekali bukan! Sayangnya aku memang terlihat bodoh, yang selalu berharap setiamu, yang selalu berharap pengertianmu, yang selalu berharap kau selalu hadir di saat aku membut...

Keegoisanmu

Kamu pernah pergi, dan itu pernah sangat menyesakkan dadaku. Membuat duka yang terdalam, mengisi lubang hati dengan tetesan luka dan meninggalkan seribu lara. Sakit memang sakit. Kamu yang tak pernah bisa merubah keegoisanmu, yang membentak dengan suara tinggimu, sehingga aku hanya ingin menutup telinga dan tak pernah mau mendengar kamu marah. Apa mungkin saat kau dekat denganku, aku hanya seseorang yang membuat kamu mengeluarkan amarahmu? Apa mungkin aku hanya pelampiasan seribu beban yang ada di pundakmu? Bagaimana bisa, lalu aku ini kekasih seperti apa? Jika tidak bisa menjadi seorang sahabat untuk kekasihnya. Aku tak pernah meninggikan nadaku ketika kau meluapkan kemarahanmu dan entah itu apapun sebabnya. Aku diam, karena aku tak ingin meninggikan keegoisanku sendiri, yang selalu berharap kediamanku ini engkau mengerti. Tapi lalu hasilnya apa? Kamu masih saja mengulangi kesalahanmu, tak pernah mau mengerti. Bukalah matamu, aku ini lelakimu. Datanglah ketika kau membutuhkanku, teta...

Noda Kecewa

Bukan hal yang mudah ketika kita berjalan masih dijalan yang sama dan menerima kesalahan orang. Ikhlas, kata yang mudah diungkapkan tetapi begitu sulit dilakukan. Sudah terasa jauh memang perasaan itu, tapi satu bekas luka yang tak pernah berhenti untuk menapak di dinding hati ini takan pernah hilang nodanya. Seperti menulis dengan pinsil, lalu kau coba hapus dan nyatanya noda bekas pinsil itu masih terlihat oleh kasat mata. Terlihat buruk memang! Memaafkan, satu kata yang begitu sulit untuk orang yang pernah dikecewakan berat, pernah dikhianati, dibohongi, diabaikan bahkan tak dihargai keberadaannya, seperti pulau kecil dimana hanya menjadi tempat persinggahan saja, Hebat! Sangat menyakitkan. Menawan sekali bukan tingkahnya, hingga terlihat muak dengan semua tingkahnya. Tapi ingatlah, karma itu ada Tuhan tidak pernah tidur Tuhan itu Adil, dan keadilan itu akan datang padamu suatu saat nanti. Ingat, Tuan!

Kebahagiaan yang Tertunda

Delapan bulan berlalu. Masih dalam bumi yang sama dan masih memandang langit yang sama. Senyum manisnya masih tebal seperti dulu, saat pertama aku memandangi fotonya di sela sela hari. Aku tak mengira Tuhan begitu saja menghadirkan dia lagi, dengan senyum yang sama, tawa yang sama, dan keceriaan yang sama.  Itu benar, jika aku harus mengakui aku merasa kehilangannya. Hari itu dibawah rintik hujan, ada seorang wanita menunggu kedatangan kekasihnya, dengan seribu harapan, seribu mimpi dan berharap rindu yang berbuah lara itu akan terobati. Nyatanya, kekasihnya tidak datang. Padahal itu adalah hari pertama dia bertemu dengan kekasihnya, yang biasanya dia bertemu dengan hanya menatap foto di  handphone  dan bertemu suara diujung telepon. Dia kira pertemuan itu berujung baik, ternyata itu salah, kekasihnya membatalkan pertemuan itu. Sakit bukan main! Aku mengurungkan niatku untuk  lost contact , sudahlah untuk apa aku berjuang untuk orang yang tak pantas diperjuangka...

Bunga Terakhir

Aku masih ingat. Ketika senyummu masih menjadi senyumku, ketika candamu yang selalu kau selipkan di dinding kesedihanku, kebahagiaan dan kepedulian yang selalu kau jaga untukku. Bagaimana aku akan melepaskan itu begitu saja, jika kau masih saja berdiam diri dihati ini? Bagaimana Tuan, jelaskan! Hari itu dimana tepat 14 februari, yang sebagian orang bilang adalah hari kasih sayang. Itu benar, dihari itu juga tiga tahun yang lalu kamu ungkapkan bahwa kau mencintaiku. Begitu seketika malaikat cinta menembakan panahnya tepat dihatiku, karena kamupun tahu aku juga mencintaimu, Tuan yang bermata indah. Masih dengan bunga mawar merah dan sebatang coklat berkemas hati berwarna merah muda, kau rayu aku agar aku bisa menjadi tambatan hatimu. Dan aku pun meng-yakan . 14 februari satu tahun yang lalu, aku terkenang, hatiku tersentak seketika dimana aku mengingat tanggal itu. Kesedihan membakar dada dan jiwa ini, mengapa kau harus pergi secepat ini. Pagi itu, mamah memberi kabar bahwa ada...

Sang Raja Hati

Kediamanku selama ini bukan berarti aku tak pernah peduli padanya, bukan karena aku mengabaikannya, bahkan bukan berarti aku tak menyayanginya. Rasa ini utuh hanya untuk dia seorang, ya hanya satu. Dulu, aku bukan wanita yang baik, aku senang berbagi hati, mungkin sudah beberapa laki laki yang aku sakiti. Entah ada angin apa, dia datang menyambar tepat di dadaku. Saat aku kesepian, ditinggal mereka laki laki yang pernah kulabuhi hatinya.  Tetapi kamu datang seperti ombak menerjang hatiku, menyelam dalam ke hatiku, cinta apa yang kau berikan, sungguh mengagumkan.  Jauh, ketika kau memutuskan untuk pergi menyinggahi kota yang berbeda. Jarak membatasi kita. Walaupun kau jauh, aku percaya kau menjaga hatiku dengan baik. Kepercayaan aku berikan sepenuhnya kepadamu. Kuhilangkan fikiran-fikiran negatif yang terkadang mengusik otakku, yang dapat memberikan kegelisahan disetiap menitnya. Sudahlah untuk apa aku fikirkan kau bermain dengan wanita lain disana, aku percaya dan sangat p...