Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label "Sayest"

Demi Kebaikanmu

Sudah kusimpan jauh jauh kenangan ku bersama mu, laki laki berhidung mancung dengan tubuhnya yang tegak dan berbadan kekar. Tapi siang tadi kamu beranjak menemuiku ditengah kesibukanku dengan tumpukan tumpukan tugas study ku. Aku tak tahu maksud kamu apa tiba tiba datang mengabariku dan mengajaku bertemu dengan mata indahmu lagi. Siang itu aku memantapkan diri untuk bisa bertatapan dengan matamu lagi, orang yang pernah hadir dihidupku dan sempat menjadi seseorang yang aku banggakan. Ditengah keramaian kau mengajaku makan siang. Aku tak tahu aku harus bahagia atau sedih mendengar kabar berita itu, perasaanku gundah gulana ketika kau menyodorkan kartu pernikahanmu dengan wanita itu. Ya, wanita pilihan orangtua mu. Mungkin aku bisa membuat permainan pada senyumanku siang itu, berusaha tetap tersenyum lebar mendengar berita pernikahanmu. Tapi seandainya kamu tahu, seribu kekecewaan yang dicampuri kesedihan kusimpan dalam dalam dibalik hati ini. Hancur! Ya benar, melebur berkemping kepin...

Saat Kau Meninggalkanku

Bukan hal yang mudah ketika aku harus melihat kamu dengan wanita itu. Wanita yang dulu pernah masuk kedalam hubungan kita dimana kamu memilih meninggalkan aku dan pergi menggenggam tangannya di depan mataku. Kau jahat, Tuan! Kau simpan hatimu dimana. Aku juga wanita yang punya hati, yang bisa sakit, terjatuh dan terpuruk jika hatinya dilukai. Harusnya kau tau itu Tuan. Ya aku lemah, aku tak berdaya, aku tak kuasa apa-apa tanpamu, aku akui itu. Aku tak tahu harus mencari jalan kemana, harus pergi kemana dan kearah mana, semuanya kosong dan hampa Tuan. Ya, aku serasa kehilangan diriku sendiri karena separuh jiwaku ada dalam dirimu. Aku terjatuh semakin dalam dan dalam. Hari itu masih ku ingat, hari dimana ulang tahun ku yang seharusnya aku bisa tertawa lepas digenap umurku dua puluh tahun. Jantungku tersentak hebat saat kulihat seorang laki-laki berjalan menghampiriku dengan membawa seikat bunga mawar merah, dengan rambut rapinya yg tertata gel. Ternyata dia orang yang pernah menghian...

Bahagiamu, Bahagiaku!

Malam ini dimana angin berhembus sepoy-sepoy membawaku dalam seribu kenangan, dimana aku masih menjadi satu bunga terindahmu yang kau jaga dengan baik dengan pedang disakumu untuk melindungiku. Laki-laki berkacamata dengan berambut ikal itu datang dalam sejuta ingatanku ditengah kedamaian malam ini. Kamu sudah berubah Tuan, kini kacamatamu sudah kamu lepas dan rambut ikalmu sudah tertata rapih, sekarang kamu sudah bisa menjaga diri dengan baik. Keharuman parfum tadi siang membawaku dalam buaian kenangan tiga tahun yang lalu dimana kita masih satu menjalin sebuah hubungan yang tak pernah bisa berujung kebahagiaan. Kamu yang memakai kalung salib dilehermu dengan mengepalkan tangan untuk bedoa, dan sedangkan aku bersujud dan menyimpuhkan tangan pada-Nya. Ya benar, hal itu yang tidak bisa menyatukan kita. Tuhan kita satu, tetapi cara kita berbeda. Aku tahu Tuan sekarang kamu sudah bahagia dengan wanita pilihanmu itu, wanita yang katanya rela memutuskan urat nadinya untukmu, wanita yang ...

Tersenyumlah di Surga, Priaku

Masih jelas dimataku seliran senyum terakhirmu malam itu. Saat kamu kirimkan serangkai bunga mawar merah kesukaanku yang menambah keindahan malam dibawah bintang bintang. Kau katakan, kau akan selalu ada disampingku dalam suka dan dukaku. Kau katakan bahwa kau akan selalu menyayangi ku seperti kau menyayangi Ibumu. Aku tak tahu, sungguh tak pernah ku sangka. Kata manis yang kau lontarkan malam itu adalah hari terakhir ku mendengar suaramu. Bagaimana aku bisa percaya? Mengapa aku harus kehilanganmu secepat ini, kenapa? Bagaimana kau menepati janji-janjimu? Kamu katakan kau akan menyandingku tahun nanti. Kau buat seribu impian untuk masa depan kita kelak. Bagaimana kau akan memenuhi semua itu, kesatriaku?  Sungguh aku sangat terpukul saat aku dengar kabar dari Ibumu, kau telah meninggalkan orang-orang yang menyayangimu termasuk aku, harapan dan impian yg telah kita rangkai dahulu. Mengapa kau pergi secepat ini tanpa pamit? Aku sungguh sangat terpukul dengan kabar itu. Penyakit yan...

Kerinduan dibalik Jarak

Hari ini hari dimana seribu keresahan menggebu dalam laraku, dimana aku tidak bisa melihat keindahan matamu, senyuman manis dengan lesung pipitmu dan sentuhan kasih sayang disetiap hariku. Aku tahu kau pergi bukan hanya untukmu tapi untuk masa depan kita, untuk impian kita dan untuk mimpi-mimpi kita yang sudah kita rangkai dari sejak dulu. Aku tak tahu bagaimana aku ungkapkan kegelisahanku saat rindu mulai merasuk dalam kalbu ini. Ketika aku melangkah mengantarmu keujung jalan rasanya aku tak relakan itu semua, kamu pergi dengan meninggalkan bayang-bayang semu. Kau tak hadir lagi dalam tatapan langsungku, aku tak dapat menyentuh senyummu dengan mencubit pipimu, ucapanmu yang selalu mendamaikan hati  dan sikap anggun dan manjamu yang selalu membuat ku betah dalam pangkuanmu. Aku rindukan itu semua.  Bagaimana aku utarakan semuanya Tuan. Sungguh aku merindukamu disini. Aku takut Tuan, ketidakyakinan itu datang. Ketidakyakinan dimana kamu tidak akan kembali. Tapi aku selalu me...

Hati yang Kau Tinggalkan

Dalam kesibukan ku yang selalu tergumpal oleh urusan-urusan pekerjaan dan studyku. Aku masih saja menyelipkan fikiran tentangmu, apa yang kamu lakukan disana, apa yang kau fikirkan dan apa yang sedang kamu kerjakan. Bagaimana kabarmu sekarang? Sudah lama kita tidak bersua semenjak tiga bulan yang lalu saat kamu pergi dari kehidupan aku. Aku tak mengerti cinta apa yang kamu tanam dihati ini, mengapa kamu masih meninggalkan hatimu dalam hati ini, mengapa kamu menyiksaku atas perasaan ini, sehingga sampai saat ini aku masih menutup rapat-rapat pintu untuk orang lain, dan aku masih mengunci hati ini untuk orang yang akan menggantikanmu. Mengapa, Tuan? Seandainya engkau tau, aku sakit dengan keadaan ini. Bagaimana aku memulihkannya kembali, bagaimana aku menyembuhkannya kembali dan bagaimana aku memperbaikinya kembali. Sungguh Tuan aku masih terpukul atas kejadian itu. Kata maaf yang kau ucapkan berulang kali dalam pesan-pesan itu, belum aku bisa pulihkan menjadi baik lagi. Aku masih ter...

Untukmu "Selamat Ulang Tahun"

Kamu memang indah, terimakasih untuk pernah singgah di hati ini. Terimakasih untuk kenangan yang kau berikan kepadaku, dan terimakasih untuk semua hal baik suka dan duka yang kau selipkan dihidupku. Mungkin aku wanita bodoh yang terlalu amat mencintai dan menyayangimu sampai sedalam ini, sehingga semenjak kepergianmu aku masih saja menyimpan harapan dijauh lubuk hati ini agar kau bisa kembali dalam kehangan hubungan kita berdua seperti dulu. Tapi sudahlah apa yang aku harus aku harapkan dari dirimu, semuanya sudah terjadi, waktu telah menenggelamkan hubungan ini hingga akhirnya kita jauh dan terpisahkan oleh jarak. Dalam kediamanku yang tercampuri benci dan rindu yang begitu menyiksaku. Aku tak tahu harus melakukan apa, ketika rindu itu datang aku hanya bisa memeluknya sendiri seperti terpuruk dengan keadaan. Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan bahkan aku hanya bisa memandangi album photo kita berdua dulu dan merasuki kedalamnya seperti aku masuk dalam kenangan itu. Kini aku tak ...

Tentang CINTA

Semua yang manis di awal belum tentu akan manis di akhir, begitupun pada Cinta. Cinta yang pernah kita jalani tidak akan semurni dan selalu selaras, karena disetiap jalannya akan selalu ada legokan dan liku yang akan kita hadapi. Itu semua bukan hanya cobaan semata, tapi itu akan menambah kekuatan Cinta dalam setiap tantangan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Banyak mereka yang gagal dalam menghadapinya mungkin mereka tidak bisa benar-benar menjaganya dengan baik, tidak bisa menggenggamnya dengan rapat sehingga akan sedikit-sedikit terputus dan lalu benar-benar rapuh. Mereka akan benar-benar terpukul atas keputusan yang mereka ambil, ketika harus merelakan orang yang kita kasihi pergi dan tak bersama kita lagi. Jangan salahkan cinta, itu salah mereka sendiri yang tak bisa memeluknya dengan erat, bercerminlah! Apakah kita sudah benar-benar menjaga dengan baik? Apakah kita sudah menutup rapat-rapat hanya dengan satu Cinta? Karena cinta itu akan mudah rapuh karena keegoisan semata...

Rasaku

Aku tak tahu akan sedatar ini rasaku sekarang, aku seakan kehilangan sesuatu yang pernah menjelma dan menyatu dalam jiwa, semuanya terasa FLAT. Aku kehilangan rasa, entah karena aku masih punya keyakinan akan satu hal itu atau memang aku yang belum bisa menerima keputusanmu, atau bahkan kau yang tak membiarkan rasaku untuk kembali dalam hati ini. Aku tak tahu semuanya akan serumit itu, rasaku bukan rasaku lagi, aku bahkan bingung dan tak mengenalnya. Aku mencoba berfikir akan semua yang telah terjadi dari satu bulan yang lalu, dimana kamu lebih melangkah pergi untuk wanita itu. Aku masih tak percaya, tapi ucapanmu yang meyakinkanku bahwa akulah yang tak sebenarnya kau cintai menyadarkanku akan semua. Hanya wanita bodoh yang seakan tak tahu apa-apa, yang kau permainkan semaumu dan kau jungkir balikan rasanya semau keegoisanmu. Hebat! Tapi seharusnya kamu ingat, aku adalah seorang wanita yang pernah mencoba memahami dan mengerti bagaimana hati dan kehidupanmu sehingga aku tahu itu lamba...

Pelarianmu

Ditengah buku-buku dan laptop kesayangan ku yang berceceran disampingku, aku berusaha untuk menyelesaikan semuanya secara serius. Tapi mengapa pikiran ini selalu menerka dengan seribu bayanganmu, yang membuatku mencampurkan seribu cinta dan seribu kebencian. Kamu yang biasanya setia menemaniku dalam menyelesaikan tugas-tugas yang selalu memelototiku setiap harinya kini kau hilang tinggal bayangan, ocehan dan gangguan yang selalu kau tikam saat aku mengerjakan tugas itu semua tinggal butiran-butiran angin yang pergi entah kemana. Aku masih pilu atas kejadian terakhir itu, saat kulihat manis manjanya kau bersama perempuan itu. Perempuan yang pernah ada dihati kamu, perempuan yang katanya rela memutuskan urat nadinya demi kamu. Kamu tidak pernah menyadari itu semua Tuan, kecemburuan yang selalu kusimpan sendiri dalam hati ini hanya bisa kupendam dan kusimpan dalam-dalam. Saat kau menceritakan dia aku hanya mendengarkan dengan manis, telingaku aku pasang baik-baik untuk itu semua karena a...

Cinta Datang Terlambat

Kau datang seperti kupu-kupu dan hinggap di bunga hidupku. Kau beri warna dari setiap ejaan jalan hidupku, kau mengajariku berbagai pengalaman dalam hidup walaupun aku belum melihat jelas tampakmu seperti apa, tampannya, manisnya bahkan kecerdasanmu berbicara secara langsung. Aku hanya bisa mendengar suaramu yang lantang tetapi penuh ketulusan diujung telefon disetiap malam. Entah kenapa wujud diriku yg sebenarnya, apa yang ada di dalam diri ini aku bisa perlihatkan dan bisa aku ungkapkan di depanmu, dan aku bisa menjadi diriku sendiri. Ya, aku menemukan cermin diriku di dalam dirimu. Kau tutupi kekuranganku dengan kelebihanmu. Tiba saatnya, kau katakan kalau kau jatuh hati padaku. Bahwa aku adalah bidadari yang selama ini kau impikan yg selalu datang dalam setiap malamu. Aku hanya bisa diam, aku tidak bisa menjawab bahkan sepatah katapun aku hanya bisa tertawa yg menganggap itu gurauan mu. Lagi, kau katakan kalau kau ingin menjadi kekasihku dan berbagi cinta dan kasih untuk selaman...

Kau yang menanam, Kau yang menghancurkan

Indah, saat kau hadir dengan tibanya membawa segala impian dan harapan yang selama ini selalu kunantikan dan selalu kudambakan. Senyuman itu, saat kuingat jelas di depan cerminku aku mnemukan diriku sendiri disana, aku yang menjadi aku yang tidak menjelma menjadi orang lain. Awalnya, kau tanam semua impianku dengan bibit-bibit yang aku harap suatu saat akan tumbuh menjadi bunga, tapi mengapa kau yang merusaknya sendiri. Kau menanam tapi kau yang menghancurkannya juga. Saat kau cibir aku dengan seribu rayuan gombalmu, kau katakan aku yang akan menjadi puteri di pelaminan nanti, tapi mengapa kau yg mencabik omonganmu sendiri. Dimana kau simpan kata-kata itu dengan rapih? Dibawah kakimu yang sehingga tidak ada harganya? Serendah itukah, tuan? Aku bukan wanita bodoh yang begitu saja menerima lelaki yg tidak pantas aku jadikan imam dalam hidupku. Saat kulihat kemesraan itu dalam gambar, apa yg ingin kamu katakan lagi, mengelah dengan seribu omong kosongmu? Cukup, aku sudah l...

Jarak

Jarak. Setiap hari selalu ku telan kata itu dalam-dalam agar tidak membuat lara dihati. Kau yang begitu jauh disana dengan tempatmu, dan aku disini dengan tempatku. Kesendirian yang selalu mengelabuiku selalu menghanyutkanku dalam kesepian dan kerinduan. Pertemuan adalah hal yang paling aku tunggu, karena rindu hanya bisa terobati oleh satu kata yaitu "bertemu", menurutku tidak ada penawar lain yang paling jitu kecuali hal satu itu.  Suara diujung telefonmu yang selalu menjadi penawar rindu sementara, Ya, sementara! setelah suaramu itu tertutup oleh sambungan telefon, rindu itu muncul lagi. Suara yang terkadang dalam selipan bincangan itu kau alunkan suara merdumu dengan menyanyikan lagu kesukaanku, dan menjelma masuk dalam mimpi tiap malamku. Rasanya aku ingin selalu bermimpi dan tertidur jika itu selalu bersamamu. Pesan singkat yang selalu hinggap di ponselku yang menjadi selingan rindu sementara, Ya lagi-lagi sementara! Pesan yang terkadang menilaiku terlihat bodoh di d...

Kau Berubah

Pertemuan terakhir, saat kau bonceng aku dengan kendaraan kesayanganmu itu, aku rasa setelah itu kau pergi entah kemana. Kegelisahan yang selalu menghantui dari setiap malamku, kenapa seperti lem superglue yang cukup sulit untuk dihilangkan, "menempel". Kabarmupun datang seperti angin, berhembus semaunya, melewat seperti keinginannya, "hussh" pergi entah kemana lagi. Ditengah kesibukanmu sepertinya engkau mau tak mau menghinggapkan kabar ke dalam hariku, kau berubah seperti es, dingin!! Kau rasa itu mudah bagi seorang perempuan, tanpa kabar satu hari dari seorang kekasih yang dia cintai. Kamu salah! Aku seperti kehilangan sosok pangeran yang dulu senantiasa bertegur sapa dengan tutur manisnya, canda dalam setiap selipan perkataanya, tingkah yang konyol yang membuat mulutku terbuka lebar dengan segudang kebahagian yang selalu kuucap syukur di dalamnya. Lalu saat ini kamu kemana, begitu saja pergi tidak meninggalkan satu katapun? Angkuh! Benar kata mereka kau angku...

Kedatangannya

Kesendirian itu datang bersamaan dengan senjanya hari, tetapi keyakinan itu juga datang bersamaan dengannya, meyakinkan bahwa aku tidak sendiri.  Dia tersenyum dibalik keindahan senja. Membawa senyuman baru dibalik hari hari yang aku lewati.  Tuhan hadiahkan dia untukku, dari setiap tutur katanya yang menggandung makna, dari setiap perilakunya yang membuat aku tersipu malu dari setiap tawanya yang tersimpan kebahagiaanku juga.  Membawaku ke dalam dunia berbeda, tenggelam kedalam kasih yang belum pernah aku singgahi. Tuhan bagaimana aku bisa merasa sendiri jika bersamanya aku merasa bahagia. Dia datang seperti sebuah untaian doa yang aku rintihkan pada-Nya disetiap waktu. Dia menjawab semua mimpi yang selalu datang disetiap malamku. Dia seperti sungai yang selalu mengalir dalam fikiranku. Seperti udara yang selalu mengharumkan nafasku, Ya, sebagian kehampaan hilang karena kedatangannya. Lagi lagi aku tidak merasa sendiri. Benar...

Merindu

"Waktu masih tetap berdiri Entah apa dan bagaimana ini terjadi Aku harap engkau datang seperti beberapa doa yang nyata Engkau penenang jiwa Engkau miliku Aku merindukanmu.. Dalam doa malam, kubaitkan harapan untukmu pada Allah-ku Bagaimana kabarmu disana? Kuharap kebaikan selalu bersamamu Disini aku memendam segudang rindu  Kuharap kau rasakan hal yang sama Cepat pulang, cepat kembali Biarku bisa lampiaskan kerinduan ini saat melihat senyumu lagi.."

Kekasih Orang

Kau memang hebat mampu membuat ku jatuh cinta, membangunkanku dari setiap bait-bait kelaraan yang sebelumnya pernah tertanam dihati ini, kau memang hebat Tuan! Aku datang saat kau sudah bersamanya, hal yang salah kalo aku harus jatuh cinta pada kekasih orang, tetapi kau tetap memberikan feedback, entah kenapa bahagia rasanya walaupun kau kekasih orang. Saat aku terjatuh pada rayuan gombal lelaki Buaya itu, kau datang mengobati. Kau seperti penawar dalam luka ini, lagi-lagi aku ingat kau kekasih orang! Terkadang ingin kuhentikan semuanya, tetapi kau semakin buatku terjatuh kedalam buaian kasihmu, entah rasa kasih apa yang kau tanam dihati ini. Aku mulai bisa menerima kekuranganmu dan kelebihanmu, teman-temanku bilang, itu Cinta! Ya! Aku sadari itu, lantas apa yang harus kulakukan atas semua ini. Berakhir? Rasanya sulit! Tapi apakah aku sejahat itu menyakiti perempuan sesamaku. Dalam hati selalu ku sesali perbuatanku itu, tapi aku masih belum bisa melepasnya. Teman-temanku bilang,...

Hargai Aku

Aku masih disini, apa kau tidak melihatnya, Tuan! Aku ini kekasihmu, apa kau sudah mulai lupa. Kau malah asik dengan duniamu sendiri, lantas kenapa dulu kau mengizinkan aku untuk masuk kedalam hidupmu dan mengisi ruang dihatimu? Apa untuk seperti ini? Engkau datang saat kau butuh saja, saat aku tak berguna kau abaikan dan kau acuhkan! Kau anggap aku barang bonekamu yang dapat kau perbuat apapun. Kau ingin dihargai tapi tak bisa menghargai, lalu untuk apa kau menuntutku agar aku menghargaimu dan kamu sendiri Tidak, bercerminlah! Egoismu terlalu besar hingga kau tak pernah memikirkan perasaanku. Didekatku saja kau berani bermessage ria dengan wanita lain, bagaimana saat kau tak didekatku? Seburuk itukah?Hargailah aku, ini aku kekasihmu yang menyayangimu. Apakah harus kumelepaskanmu agar suatu saat kau mengerti bagaimana rasanya jadi aku dan kehilangan aku ? Begitukah, Tuan!