Sudah kusimpan jauh jauh kenangan ku bersama mu, laki laki berhidung mancung dengan tubuhnya yang tegak dan berbadan kekar. Tapi siang tadi kamu beranjak menemuiku ditengah kesibukanku dengan tumpukan tumpukan tugas study ku. Aku tak tahu maksud kamu apa tiba tiba datang mengabariku dan mengajaku bertemu dengan mata indahmu lagi. Siang itu aku memantapkan diri untuk bisa bertatapan dengan matamu lagi, orang yang pernah hadir dihidupku dan sempat menjadi seseorang yang aku banggakan. Ditengah keramaian kau mengajaku makan siang. Aku tak tahu aku harus bahagia atau sedih mendengar kabar berita itu, perasaanku gundah gulana ketika kau menyodorkan kartu pernikahanmu dengan wanita itu. Ya, wanita pilihan orangtua mu. Mungkin aku bisa membuat permainan pada senyumanku siang itu, berusaha tetap tersenyum lebar mendengar berita pernikahanmu. Tapi seandainya kamu tahu, seribu kekecewaan yang dicampuri kesedihan kusimpan dalam dalam dibalik hati ini. Hancur! Ya benar, melebur berkemping kepin...
"If you think your boyfriend is your world, then I think write is my world.."