Kamu
memang indah, terimakasih untuk pernah singgah di hati ini. Terimakasih untuk
kenangan yang kau berikan kepadaku, dan terimakasih untuk semua hal baik suka
dan duka yang kau selipkan dihidupku. Mungkin aku wanita bodoh yang terlalu
amat mencintai dan menyayangimu sampai sedalam ini, sehingga semenjak
kepergianmu aku masih saja menyimpan harapan dijauh lubuk hati ini agar kau
bisa kembali dalam kehangan hubungan kita berdua seperti dulu. Tapi sudahlah
apa yang aku harus aku harapkan dari dirimu, semuanya sudah terjadi, waktu telah
menenggelamkan hubungan ini hingga akhirnya kita jauh dan terpisahkan oleh
jarak.
Dalam
kediamanku yang tercampuri benci dan rindu yang begitu menyiksaku. Aku tak tahu
harus melakukan apa, ketika rindu itu datang aku hanya bisa memeluknya sendiri
seperti terpuruk dengan keadaan. Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan bahkan
aku hanya bisa memandangi album photo kita berdua dulu dan merasuki kedalamnya
seperti aku masuk dalam kenangan itu. Kini aku tak bisa apa-apa, aku bukan
siapa-siapa mu lagi, mungkin aku hanya kenanganmu yang kau simpan jauh di
fikiranmu dalam-dalam. Kini, matamu tak dapat aku lihat langsung, tanganmu tak
dapat aku genggam, kehangatan pelukmu tak dapat aku rasakan lagi, semuanya jauh
Ya! Jauh.
Tapi
untukmu yang terindah aku tak pernah lupakan satu hal. Sebelum bergantinya
hari, sebelum fajar datang, dan sebelum umurmu bertambah aku ingin mengucapkan
selamat ulangtaun untukmu yang terindah, semoga kebahagian selalu dalam
pelukanmu dan kamupun bisa bertambah dewasa dengan seiring bertambahnya umurmu.
Aku selalu mendoakanmu dari jauh, Ya! Darisini.
Komentar
Posting Komentar