Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Tulus Tak Terbalas

Di malam ini dimana  air hujan telah lelah menangis, udara dingin yang terasa merasuki kulitku dengan perlahan, dan disini aku masih diam terpaku mengingatmu. Sejak kepergianmu dua bulan yang lalu, saat air mata begitu deras jatuh dipipiku, yang membuat mataku menjadi lebam seharian. Aku memang mungkin terlihat lemah, tapi memang kenyataanya seperti itu, karena aku memang sangat menyayangimu dengan tulus, mencintaimu dalam setiap detak jantungku, mengasihi anda dengan setiap doa yang selalu kupanjatkan disetiap ibadahku. Tapi entahlah aku harus berkata apalagi, memang kenyataanya seperti itu, kamu tak pernah bisa menghargai kehadiranku, tak pernah bisa menganggapku ada, bermain dengan wanita lain dengan semaumu, bercengkrama melewati pesan singkat dibelakangku, dan aku tak tahu seromantis apa pesan itu. Jahat sekali bukan! Sayangnya aku memang terlihat bodoh, yang selalu berharap setiamu, yang selalu berharap pengertianmu, yang selalu berharap kau selalu hadir di saat aku membut...

Keegoisanmu

Kamu pernah pergi, dan itu pernah sangat menyesakkan dadaku. Membuat duka yang terdalam, mengisi lubang hati dengan tetesan luka dan meninggalkan seribu lara. Sakit memang sakit. Kamu yang tak pernah bisa merubah keegoisanmu, yang membentak dengan suara tinggimu, sehingga aku hanya ingin menutup telinga dan tak pernah mau mendengar kamu marah. Apa mungkin saat kau dekat denganku, aku hanya seseorang yang membuat kamu mengeluarkan amarahmu? Apa mungkin aku hanya pelampiasan seribu beban yang ada di pundakmu? Bagaimana bisa, lalu aku ini kekasih seperti apa? Jika tidak bisa menjadi seorang sahabat untuk kekasihnya. Aku tak pernah meninggikan nadaku ketika kau meluapkan kemarahanmu dan entah itu apapun sebabnya. Aku diam, karena aku tak ingin meninggikan keegoisanku sendiri, yang selalu berharap kediamanku ini engkau mengerti. Tapi lalu hasilnya apa? Kamu masih saja mengulangi kesalahanmu, tak pernah mau mengerti. Bukalah matamu, aku ini lelakimu. Datanglah ketika kau membutuhkanku, teta...