Bersama datangnya senja, burung burung beterbangan diatas lautan biru seakan meninggalkan lelahnya siang mencari makan. Wanita itu terlihat pilu disisi pantai merasakan indahnya suasana senja saat itu. Rupanya dia menunggu sang kekasih yang jauh dirantau, menunggu akan kehadiran disisinya kembali. Seribu kerinduan selalu dia telan dalam dalam, dan dia simpan di dinding hati berharap rindu yang menjadi pilu itu segera terobati.
Angin yg berhembus dari laut, mengayun ayunkan rambutnya yang terurai panjang. Dia masih menatap laut dengan mata sendu, membayangkan betapa indahnya lautan kebahagiaan saat sang kekasih berada disisinya, diapun tersenyum kecil. Dia teringat kata kata yang bertelaga madu dari bibir sang kekasih dengan segenggam bunga mawar merah yang selalu membuatnya tersenyum lebar dan sebentuk es krim yang menambah kemanisan ditengah keromansaan setiap kejadian. Bunga mawar yang dia berikan kini sudah tak berbentuk, entah sudah berapa lama pria itu meninggalkannya sampai bunga mawar yang dia simpan baik baik layu seperti tak berdaya. Namun hatinya tetap membentuk satu hanya untuk sang kekasih yang jauh disana.
Jarak begitu menyiksanya, entah bisa bertahan sampai kapan rasa itu. Kegundahan selalu menjadi hiasannya setiap malam, apakah dia tetap menjaga kesetiaan seperti janjinya sebelum dia melangkah meninggalkan pulau, atau dia sudah lupa bahkan menyilang janji janjinya. Itulah pertanyaan yang sering muncul dihati wanita yang ditinggalkan kekasihnya pergi. Berharap waktu menjawab rindu dan sang kekasih segera dalam pelukannya. Pilu memang pilu rasanya.

Komentar
Posting Komentar