Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sayest

Tulus Tak Terbalas

Di malam ini dimana  air hujan telah lelah menangis, udara dingin yang terasa merasuki kulitku dengan perlahan, dan disini aku masih diam terpaku mengingatmu. Sejak kepergianmu dua bulan yang lalu, saat air mata begitu deras jatuh dipipiku, yang membuat mataku menjadi lebam seharian. Aku memang mungkin terlihat lemah, tapi memang kenyataanya seperti itu, karena aku memang sangat menyayangimu dengan tulus, mencintaimu dalam setiap detak jantungku, mengasihi anda dengan setiap doa yang selalu kupanjatkan disetiap ibadahku. Tapi entahlah aku harus berkata apalagi, memang kenyataanya seperti itu, kamu tak pernah bisa menghargai kehadiranku, tak pernah bisa menganggapku ada, bermain dengan wanita lain dengan semaumu, bercengkrama melewati pesan singkat dibelakangku, dan aku tak tahu seromantis apa pesan itu. Jahat sekali bukan! Sayangnya aku memang terlihat bodoh, yang selalu berharap setiamu, yang selalu berharap pengertianmu, yang selalu berharap kau selalu hadir di saat aku membut...

Keegoisanmu

Kamu pernah pergi, dan itu pernah sangat menyesakkan dadaku. Membuat duka yang terdalam, mengisi lubang hati dengan tetesan luka dan meninggalkan seribu lara. Sakit memang sakit. Kamu yang tak pernah bisa merubah keegoisanmu, yang membentak dengan suara tinggimu, sehingga aku hanya ingin menutup telinga dan tak pernah mau mendengar kamu marah. Apa mungkin saat kau dekat denganku, aku hanya seseorang yang membuat kamu mengeluarkan amarahmu? Apa mungkin aku hanya pelampiasan seribu beban yang ada di pundakmu? Bagaimana bisa, lalu aku ini kekasih seperti apa? Jika tidak bisa menjadi seorang sahabat untuk kekasihnya. Aku tak pernah meninggikan nadaku ketika kau meluapkan kemarahanmu dan entah itu apapun sebabnya. Aku diam, karena aku tak ingin meninggikan keegoisanku sendiri, yang selalu berharap kediamanku ini engkau mengerti. Tapi lalu hasilnya apa? Kamu masih saja mengulangi kesalahanmu, tak pernah mau mengerti. Bukalah matamu, aku ini lelakimu. Datanglah ketika kau membutuhkanku, teta...

Noda Kecewa

Bukan hal yang mudah ketika kita berjalan masih dijalan yang sama dan menerima kesalahan orang. Ikhlas, kata yang mudah diungkapkan tetapi begitu sulit dilakukan. Sudah terasa jauh memang perasaan itu, tapi satu bekas luka yang tak pernah berhenti untuk menapak di dinding hati ini takan pernah hilang nodanya. Seperti menulis dengan pinsil, lalu kau coba hapus dan nyatanya noda bekas pinsil itu masih terlihat oleh kasat mata. Terlihat buruk memang! Memaafkan, satu kata yang begitu sulit untuk orang yang pernah dikecewakan berat, pernah dikhianati, dibohongi, diabaikan bahkan tak dihargai keberadaannya, seperti pulau kecil dimana hanya menjadi tempat persinggahan saja, Hebat! Sangat menyakitkan. Menawan sekali bukan tingkahnya, hingga terlihat muak dengan semua tingkahnya. Tapi ingatlah, karma itu ada Tuhan tidak pernah tidur Tuhan itu Adil, dan keadilan itu akan datang padamu suatu saat nanti. Ingat, Tuan!

Kebahagiaan yang Tertunda

Delapan bulan berlalu. Masih dalam bumi yang sama dan masih memandang langit yang sama. Senyum manisnya masih tebal seperti dulu, saat pertama aku memandangi fotonya di sela sela hari. Aku tak mengira Tuhan begitu saja menghadirkan dia lagi, dengan senyum yang sama, tawa yang sama, dan keceriaan yang sama.  Itu benar, jika aku harus mengakui aku merasa kehilangannya. Hari itu dibawah rintik hujan, ada seorang wanita menunggu kedatangan kekasihnya, dengan seribu harapan, seribu mimpi dan berharap rindu yang berbuah lara itu akan terobati. Nyatanya, kekasihnya tidak datang. Padahal itu adalah hari pertama dia bertemu dengan kekasihnya, yang biasanya dia bertemu dengan hanya menatap foto di  handphone  dan bertemu suara diujung telepon. Dia kira pertemuan itu berujung baik, ternyata itu salah, kekasihnya membatalkan pertemuan itu. Sakit bukan main! Aku mengurungkan niatku untuk  lost contact , sudahlah untuk apa aku berjuang untuk orang yang tak pantas diperjuangka...

Bunga Terakhir

Aku masih ingat. Ketika senyummu masih menjadi senyumku, ketika candamu yang selalu kau selipkan di dinding kesedihanku, kebahagiaan dan kepedulian yang selalu kau jaga untukku. Bagaimana aku akan melepaskan itu begitu saja, jika kau masih saja berdiam diri dihati ini? Bagaimana Tuan, jelaskan! Hari itu dimana tepat 14 februari, yang sebagian orang bilang adalah hari kasih sayang. Itu benar, dihari itu juga tiga tahun yang lalu kamu ungkapkan bahwa kau mencintaiku. Begitu seketika malaikat cinta menembakan panahnya tepat dihatiku, karena kamupun tahu aku juga mencintaimu, Tuan yang bermata indah. Masih dengan bunga mawar merah dan sebatang coklat berkemas hati berwarna merah muda, kau rayu aku agar aku bisa menjadi tambatan hatimu. Dan aku pun meng-yakan . 14 februari satu tahun yang lalu, aku terkenang, hatiku tersentak seketika dimana aku mengingat tanggal itu. Kesedihan membakar dada dan jiwa ini, mengapa kau harus pergi secepat ini. Pagi itu, mamah memberi kabar bahwa ada...

Sang Raja Hati

Kediamanku selama ini bukan berarti aku tak pernah peduli padanya, bukan karena aku mengabaikannya, bahkan bukan berarti aku tak menyayanginya. Rasa ini utuh hanya untuk dia seorang, ya hanya satu. Dulu, aku bukan wanita yang baik, aku senang berbagi hati, mungkin sudah beberapa laki laki yang aku sakiti. Entah ada angin apa, dia datang menyambar tepat di dadaku. Saat aku kesepian, ditinggal mereka laki laki yang pernah kulabuhi hatinya.  Tetapi kamu datang seperti ombak menerjang hatiku, menyelam dalam ke hatiku, cinta apa yang kau berikan, sungguh mengagumkan.  Jauh, ketika kau memutuskan untuk pergi menyinggahi kota yang berbeda. Jarak membatasi kita. Walaupun kau jauh, aku percaya kau menjaga hatiku dengan baik. Kepercayaan aku berikan sepenuhnya kepadamu. Kuhilangkan fikiran-fikiran negatif yang terkadang mengusik otakku, yang dapat memberikan kegelisahan disetiap menitnya. Sudahlah untuk apa aku fikirkan kau bermain dengan wanita lain disana, aku percaya dan sangat p...

Jangan Ucapkan Selamat Tinggal

Aku masih membisu ketidakberdayaan mengelabuiku, mungkin aku sudah terjatuh terlalu dalam. Entah cinta apa yang dia pernah tinggalkan dihati ini. Bahkan aku tidak mengerti, bagaimana dia menumbuhkan benih benih cinta dalam diriku, sampai hatiku tertinggal dihatinya. Aku tahu dan kamupun tahu, perpisahan ini akan menimbun seribu kesedihan. Mengapa kita harus dipisahkan? Kau menjauh dan akupun menjauh. Walau berat hati aku harus katakan kalau aku masih mencintaimu. Bahkan setelah kau pergi jauh dariku, dalam fikiran selalu terkenang semua tentangmu. Bagaimana aku mengembalikannya menjadi baik? Apapun kebahagiaan itu semua sudah terasa hilang, hanya kesedihan dan mungkin tidak akan hilang. Bagaimana caranya agar membuat diriku mengerti keadaan ini, sedangkan hatiku masih menolaknya. Setiap malam dalam renungan dan lautan kenangan yang selalu menggangguku, air mata yang tidak terasa sudah jatuh dipipi mengalir begitu deras, ini air mata atau bola api yang mengalir, mengapa begitu menyak...

Dia! ENGKAU Kirim Untukku

Kali ini saat ku mencoba membuka hati, membuka mata, terbangun dalam tidur yang selama ini menumpuk kegelapan dimana aku sudah terjatuh terlalu dalam, dan tenggelam dalam kesepian yang dipadu dengan kekosongan jiwa. Kulihat sesosok pria yang sudah ku kenal cukup lama. Mungkin dia tahu bahkan dia mengerti bagaimana aku, kekurangan dan kelebihan dari dalam diri. Mengapa saat aku berusaha membangun cinta kembali, dia yang selalu hadir, dia yang selalu hinggap disetiap mimpiku dan lagi-lagi mengapa dia yang selalu anggun dalam memperlakukanku.  Tuhan apa mungkin dia adalah seorang pangeran yang kau kirim untukku, tidak hanya untuk mengganti dia yang pergi dari hati, tetapi untuk hidup bersamaku menjalin kasih sayang hingga akhir nafasku? Aku melihat musim gugur yang berubah menjadi musim semi, aku melihat malam yang berubah menjadi siang, kau peneduh mataku. Aku melihat dunia dalam setiap kata-katamu, kau menyentuhku dengan pandanganmu, kau mendengarkanku dengan ketenanganmu, kau pe...

Cinta Pertama

Aku mengenalmu bukan hanya satu tahun atau dua tahun, tapi sejak bangku sekolah dasar. Kita teman satu  gank, tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan dan diantaranya adalah aku dan kamu. Itu benar, kita hanya sahabat seperti teman bermain, bercanda, berbagi cerita bahkan membagi tugas sekolah. Tuhan menakdirkan kita bersama hingga bangku SMA, dan kita tetap berenam satu gank . Tali persahabatan itu tak pernah putus ditengah jalan.  Kau masih ingat Tuan sewaktu di bangku sekolah dasar, kita mencuri-curi waktu berdua untuk menyelesaikan tugas rumah bersama dibelakang warung sekolah. Tetapi karena polosnya kita saat sibuk mengerjakan tugas Ibu Guru memperhatikan kita dari belakang, sampai akhirnya dimarahi dan kita disetrap menghormati tiang bendera sampai waktu istirahat jam duabelas siang dan menjadi gurauan teman-teman kita sampai mereka mengejek-ngejek kita dan menertawakan kita. Tetapi kita yang hanya bisa unjuk gigi dan saling unjuk gigi senyum-senyum kecil. Dalam ke...

Selamat Ulang Tahun Mamah

Pagi yang cerah, aku melangkah dengan  semangatnya. Walaupun tugas-tugas dokumen dikantor mungkin sudah menunggu dimeja kerja. Karena sibuknya pekerjaanku aku sampai lupa kalau hari ini adalah ulang tahun Mamah. Dering hp satu menit yang lalu mengingatkanku, kakaku yang disebrang telepon sana berkata kalau malam nanti akan ada surprise untuk Mamah. Tentunya aku takkan melewatkan moment langka ini, hari dimana Mamahku bertambah umurnya. Untungnya hari ini adalah hari sabtu, sesudah dzuhur aku langsung bergegas pulang walaupun aku harus membawa dokumen pekerjaanku ke rumah. Demi Mamah akan aku lakukan, anakmu akan segera pulang, Mah. Ditengah macetnya kota Jakarta aku berharap sore nanti sudah berada di Bandung. Yah memang, weekend selalu menjadi masalah lalu lintas orang-orang yang berlibur, macet dan panas. Sabar adalah obatnya. Sesampainya di Bandung kira-kira pukul tiga, aku mampir disebuah butik. Aku membeli baju gamis berwarna merah, menurutku wanita itu sexy jika memakai ...

Kau yang Dirantau 2

Kali ini rindunya terbalaskan, setelah sekian lama entah mungkin berjutaan waktu wanita itu menunggu lelakinya datang menginjak tanah kelahirannya. Suara gemuruh angin pantai sudah tercium dari kejauhan, wanita itu melangkah dengan riangnya dengan segudang kebahagiaan dihatinya. Siapa yang tidak bahagia, ketika rindu yang kita pendam dalam dalam terluapkan, seperti mendapatkan mutiara dalam laut yang dalam. Bersama semangatnya dia melangkah ke dermaga yang tempatnya tak jauh dari tempat huninya, dengan senyuman lebar dia melihat kepala kapal dari kejauhan, dia sudah merasakan kehadiran sosok lelakinya yang selama ini dia tunggu. Ditengah ratusan orang yang turun dia mencari sang pujaan hatinya, melengak lengok ke kanan dan kekiri sambil berjalan. Tiba tiba hatinya tersendak, dia merasakan kalau lelakinya berada dibelakannya. Ketika membalikan badan, ya itu benar. Tanpa melihat orang disekitar wanita itu langsung memeluknya dengan erat. Dalam hatinya merasakan getaran yang begitu ...

Berjalan Pergi

Kita yang sudah terlihat berjauhan. Dan kita sudah berjalan ke arah yang berbeda. Kita sudah mempunyai kebahagiaan masing masing, dan itu mungkin hanya fikiranku. Tapi tidak untukmu. Kamu sudah terjatuh, dan seorang pria berusaha membangkitkanmu. Nyatanya itu bernilai Nol Besar. Aku bisa lihat itu ketika aku menatap matamu jelas di bola mataku.  Pandangan satu tahun lalu, yang ku kira itu waktu yang cukup lama. Kamu masih menyimpan hal hal yang seharusnya patut untuk dimusnahkan. Tapi kamu masih saja menyimpan dengan baik disatu tempat dihati dan fikiranmu. Apa hal yang tak bisa kamu lupakan dariku Nona? Aku sama seperti pria lainnya. Apa aku sesempurna itu? Katanya hanya aku yang bisa membuatmu bahagia, yang membuatmu bangkit dari terjatuhnya impian, dan katanya hanya aku yang bisa membuat duniamu indah lagi.  Maafkan aku Nona, aku tak bisa untuk menyentuh hidupmu lagi. Aku sudah berjalan dengannya bahkan kita sudah berdampingan. Waktu itu nyatanya kamu bisa berjalan ...

Sahabatmu Part 2

Terlihat bulan penuh memekar, cahayanya yang memantul kemataku memancarkan keindahan yang tak pernah tertidur lelap dalam setiap malam. Angin sepoy-sepoy yang berhembus melambaikan daun-daun yang terlihat di depan mataku seperti mereka ingin membisikkan sesuatu "Kamu harus tetap baik baik!". Benar, malam itu aku seakan dilanda ribuan kegelisahan yang sedang meraja di hatiku. Lagi lagi tentang dia, tak tahu kenapa fikiran negatif yang selalu menempel di otakku ketika lelakiku menyebutkan nama wanita itu. Ya, Sahabatnya! Tak pernah bosan dia menyanjung nama wanita itu dibibirnya, "Si Wanita Mengagumkan". Hebat! Tak ada lelahnya pujian itu dicibirkan. Aku telan ludahku dalam dalam dengan penuh kejengkelan, "Sudah sudah!". Berharap nama yang mengiang ditelingaku itu segera usai diceritakan. Aku tahu Tuan, aku kira wanita itu lebih baik dariku. Wanita yang katanya terlihat anggun, ucapannya yang selalu menenangkan hatimu dengan kedewasaanya dan dia yang se...

Bunga Mawar

Sudah lama laki laki itu mengincarnya, entah mungkin tak bisa terhitung waktu. Laki laki yang gemar membaca hampir larut malam diperpustakaan yang selalu bergulat dengan buku buku, tetapi dia masih saja sempat mencuri perhatian dambaan hatinya, yaitu wanita yang rambutnya selalu terurai panjang yang tiada hari tanpa lepas dari bando pita dan kacamatanya yang besar. Diperpustakaan itu mereka sering bersenda gurau, membagi cerita buku yang mereka baca. Dan mereka mempunyai kegemaran yang sama yaitu bergulat dengan buku buku. Sampai dipenghujung waktu laki laki itu tak bisa bertahan atas perasaannya, rasanya mungkin sudah setumpuk gudang hingga tak mampu lagi dia bendung. Dan akhirnya waktu itu datang, waktu dimana dia selalu menunggu dalam setiap desiran nafasnya yaitu menyatakan perasaan. Malam itu dengan digenggamnya seikat bunga mawar dia berdandan rapi, memakai wewangian agar terasa PD. Dengan kemeja kotak kotak berwarna merah dia datang kesebuah restoran. Ternyata dambaan hatin...

Kau yang Dirantau

Bersama datangnya senja, burung burung beterbangan diatas lautan biru seakan meninggalkan lelahnya siang mencari makan. Wanita itu terlihat pilu disisi pantai merasakan indahnya suasana senja saat itu. Rupanya dia menunggu sang kekasih yang jauh dirantau, menunggu akan kehadiran disisinya kembali. Seribu kerinduan selalu dia telan dalam dalam, dan dia simpan di dinding hati berharap rindu yang menjadi pilu itu segera terobati. Angin yg berhembus dari laut, mengayun ayunkan rambutnya yang terurai panjang. Dia masih menatap laut dengan mata sendu, membayangkan betapa indahnya lautan kebahagiaan saat sang kekasih berada disisinya, diapun tersenyum kecil. Dia teringat kata kata yang bertelaga madu dari bibir sang kekasih dengan segenggam bunga mawar merah yang selalu membuatnya tersenyum lebar dan sebentuk es krim yang menambah kemanisan ditengah keromansaan setiap kejadian. Bunga mawar yang dia berikan kini sudah tak berbentuk, entah sudah berapa lama pria itu meninggalkannya sampai bu...

Pemeran Hatiku

Ditengah malam ini bersama dengan turunnya ribuan tetesan air hujan membawaku menembus dinding kerinduan. Sejuta kerinduan yang berputar pada lautan masa lalu yaitu seseorang yang pernah sempat singgah dihati ini, yang pernah merasuk kedalam jiwa ini dan pernah berusaha menjadi pemeran hatiku yang terbaik seperti yang aku inginkan. Dia seorang pria berkulit putih, bermata sipit seperti orang campuran chinese dan jawa. Kata katanya yang penuh dengan kelembutan dan tingkah lakunya dengan segudang kasih sayang membawaku selalu dalam langit kebahagiaan. Tak pernah sedikitpun dia berlaku menyakitiku, mengecewakanku bahkan dia selalu menjaga air mataku agar tidak satupun menetes dimata indahku. Tapi hari itu, dimana keegoisanku menjelma dalam diriku. Sehingga aku terperangkap dalam hubungan penghianatan yang membuatku terjatuh dalam lubang kesalahan. Tidak satupun kau mau mendengar apa yang inginku jelaskan, kau tolak mentah mentah. Dan akhirnya kamu memilih menggerakan kaki berjalan perg...

Sahabatmu

Menjalani suatu hubungan itu bukan hal yang mudah, perlu ditanamkan sebuah kepercayaan dan kejujuran. Awalnya aku hanya anggap itu hal biasa dan sewajarnya, kau pria yang selama ini ku miliki bersahabat karib dengan seorang wanita, yang entah bagaimana sosoknya akupun tidak mengetahui. Aku hanya bisa melihatnya difoto melalui jejaring sosial, dan aku sempat beberapa kali memperhatikan bagaimana kedekatan mereka di dunia maya. Aku tak menyangka hal itu begitu sangat membakar hatiku. Ya, aku akui aku cemburu. Aku mengerti Tuan, kau hanya menganggapnya sahabat karib yang hanya sebagai tempat berbagi cerita suka dan duka. Apa akan selalu seperti itu bertahan lama? Aku rasa tidak, setelah aku lihat gurauan kamu dengannya di dinding akunmu. Apalagi kamu tahu kalau dia sempat mengagumimu.  Hubungan kita bukan hanya satu atau dua tahun, beribu hari pernah kita lewati. Tapi semenjak kedatangannya, aku tak melihat diri kamu yang pernah aku kenal, bahkan perhatianmu mengurang. Aku semp...

Untuk Pangeran Kodokku

Sudah seminggu ini aku tak dengar kabarmu, kamu yang selalu mengucapkan selamat pagi hingga selamat tidur. Padahal tak seharusnya aku kehilanganmu, kamu bukan siapa siapa aku, kamu bukan kekasih aku dan kamu bukan.. Yasudahlah pokonya kamu bukan seseorang yang special. Tapi mengapa aku harus merasa sangat hampa tanpa melihatmu, merasa sendiri tanpa kehadiranmu biasanya kau datang dengan sapa senyum lebar dan merangkulku. Aku kini bahkan tak melihat batang hidungmu. Aku rindu, itu benar. Walaupun kita hanya sebatas sahabat karib, tapi jauh dalam lubuk hati ini kusimpan namamu, entah kenapa aku merasa nyaman di dekatmu bahkan perhatianmu melebihi kekasihku, terkadang aku lebih memilih pergi bersamamu dibandingkan dengan lelaki yang super cuek itu, yang tak bisa sedikitpun memahami keinginanku, dia egois. Tapi senyummu Tuan, yang sering ku panggil "pangeran kodok" aku tak tahu mungkin selama kita dekat benih benih cinta ini mulai muncul, aku tak mengerti kenapa aku merasa k...

Salah Paham

Aku masih merasa sendirian ditengah keramaian, kenapa semua menjadi semakin memburuk. Semuanya terlihat kosong dan hampa, apa yang kulihat tak ada yang dapat kusapa. Aku hanya ingin jalan yang dulu dimana ada kebahagian, keceriaan, senyum lebar dan candaan yang dapat bebas lepas. Mengapa semuanya menghilang begitu saja, karena hal sepele yang tak pantas untuk dipermasalahkan. Kesalah pahaman antara aku dan kamu membuat semua berubah tiga ratus enam puluh derajat. Kemana akan kucari dirimu lagi yang selalu menemani disetiap langkahku, setiap belaian kasih sayangmu, orang yang selalu menghapus deraian air mataku, orang yang selalu membangunkanku ketika aku terjatuh. Aku merindukanmu, Tuan. Seharusnya kamu mengerti bahwa semuanya akan kembali membaik. Tapi kau malah acuh tak acuh padaku, melihat wajahku saja kau tak mau. Percayalah, aku tak sebodoh yang kamu fikirkan. Aku adalah wanitamu yang senantiasa menyayangimu, perhatianku hanya untukmu, senyum dan sedihku karenamu dan dirimu ada...

Doaku Untuknya

Tuhan, aku tahu perpisahanku dengannya adalah kebaikan untuk kita. Aku tahu, mungkin aku tidak pernah bisa untuk mengerti bagaimana dia, bagaimana untuk memahaminya. Mungkin dia lebih bahagia bisa bebas lepas dari genggaman ku. Aku lepaskan dia bersama sayapku terbang entah kemana. Tuhan, Engkau sangat mengerti bagaimana aku hanya bisa menjaganya dalam doa, walaupun ragaku tak bisa menjaganya secara langsung. Aku hanya bisa membahagiakannya dengan caraku sendiri dengan apa yang ada dalam diri ini, tapi mungkin dia tidak bisa menerimanya dengan baik. Untuk itu, dia lebih melangkah meninggalkanku. Engkau tahu bagaimana aku mendambanya dari setiap ucap yang aku utarakan pada teman temanku walaupun mereka mencaci kekurangannya, tapi aku tetap membanggakannya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tuhan, tugasku saat ini sudah selesai aku hanya bisa menjaganya hingga ujung perjalanan ini. Karena dia memilih untuk berjalan ke arah yang berbeda dimana aku tak mungkin dan takkan perna...