Di malam ini dimana air hujan telah lelah menangis, udara dingin yang terasa merasuki kulitku dengan perlahan, dan disini aku masih diam terpaku mengingatmu. Sejak kepergianmu dua bulan yang lalu, saat air mata begitu deras jatuh dipipiku, yang membuat mataku menjadi lebam seharian. Aku memang mungkin terlihat lemah, tapi memang kenyataanya seperti itu, karena aku memang sangat menyayangimu dengan tulus, mencintaimu dalam setiap detak jantungku, mengasihi anda dengan setiap doa yang selalu kupanjatkan disetiap ibadahku. Tapi entahlah aku harus berkata apalagi, memang kenyataanya seperti itu, kamu tak pernah bisa menghargai kehadiranku, tak pernah bisa menganggapku ada, bermain dengan wanita lain dengan semaumu, bercengkrama melewati pesan singkat dibelakangku, dan aku tak tahu seromantis apa pesan itu. Jahat sekali bukan! Sayangnya aku memang terlihat bodoh, yang selalu berharap setiamu, yang selalu berharap pengertianmu, yang selalu berharap kau selalu hadir di saat aku membut...
"If you think your boyfriend is your world, then I think write is my world.."