Pagi yang cerah, aku melangkah dengan semangatnya. Walaupun tugas-tugas dokumen dikantor mungkin sudah menunggu dimeja kerja. Karena sibuknya pekerjaanku aku sampai lupa kalau hari ini adalah ulang tahun Mamah. Dering hp satu menit yang lalu mengingatkanku, kakaku yang disebrang telepon sana berkata kalau malam nanti akan ada surprise untuk Mamah. Tentunya aku takkan melewatkan moment langka ini, hari dimana Mamahku bertambah umurnya. Untungnya hari ini adalah hari sabtu, sesudah dzuhur aku langsung bergegas pulang walaupun aku harus membawa dokumen pekerjaanku ke rumah. Demi Mamah akan aku lakukan, anakmu akan segera pulang, Mah.
Ditengah macetnya kota Jakarta aku berharap sore nanti sudah berada di Bandung. Yah memang, weekend selalu menjadi masalah lalu lintas orang-orang yang berlibur, macet dan panas. Sabar adalah obatnya. Sesampainya di Bandung kira-kira pukul tiga, aku mampir disebuah butik. Aku membeli baju gamis berwarna merah, menurutku wanita itu sexy jika memakai baju berwarna merah. Dan Mamah sangat menyukai warna merah, aku tak heran Merah itu yang berarti berani dan kuat. Dan itu yang tercermin dalam pribadi Mamah. Dia yang tak pernah lelah untuk menjaga dan mendidikku sampai aku bisa sekolah tinggi bergelar sarjana, dan sukses dalam karir yang selalu aku banggakan serta impikan. Kasih sayang Mamah yang selalu menghiasi disetiap hariku, perhatian serta empatinya terhadapku walaupun hanya diujung telepon, yang tak pernah inginkan anak perempuannya terluka sedikitpun. Maaf Mamah, ketika aku harus egois melangkah pergi dari rumah. Aku lakukan semua ini untuk kebahagiaan kalian orangtua yang paling hebat. Terimakasih telah melahirkanku, membesarkanku, serta mendidikku dengan baik. Aku ingin sukses, dan kesuksesan ini aku persembahkan untuk kalian orangtua yang selalu aku banggakan dan orangtua yang selalu aku selipkan dalam doa disetiap malamku.
Mamah, hari ini adalah ulang tahunmu aku selalu berharap untuk kebahagiaan dari setiap helaan nafasmu, kebaikan dalam setiap detak jantungmu, keberkahan dari setiap umurmu. Terimakasih untuk semua keikhlasan yang selalu kau berikan dan korbankan, maaf jika aku belum bisa menjadi anak perempuan yang selalu engkau harapkan dan inginkan. Inilah aku dengan segala kelebihan dan kekuranganku, walaupun seperti itu aku tahu engkau senantiasa menerima bagaimana aku dan seperti apa aku ini, dulu ataupun saat ini.
Helaan nafas panjang terdengar ditelingaku saat Mamah meniup kue ulang tahunnya dengan cream coklat diatas cake nya. Mamah tersenyum lebar, kebahagiaan menyelimuti suasana malam. Terimakasih Tuhan untuk selalu membuat Mamahku tersenyum, semoga kesehatan selalu besertamu.

Komentar
Posting Komentar