Aku dan kamu; sudah seperti sepatu, berjalan selalu beriringan; sudah seperti air, selalu mengalir bersama-sama. Aku akan ikut bersamamu, disampingmu, menggenggam tanganmu dengan erat, memelukmu dengan hangat saat kau merasa kedinginan. Kita satu, seperti tidak terpisahkan. Perkiraanku salah, ini bernilai nol besar. Aku membuka mataku lebar-lebar, berharap ini hanya sebuah mimpi. Mimpi buruk yang membawaku dalam kegelisahan yang tak tertahankan. Aku menyadarkan diri dalam-dalam, apa aku sedang tertidur. Aku rasa, tidak. Pertanyaanku besar; apa yang terjadi. Tuhan, apa yang terjadi dengan hubunganku dengan dia. Kemarin-kemarin aku masih bahagia bersamanya, tertawa terbahak-bahak seakan tidak ada beban. Saat ini, aku harus kehilangan dia. Bagaimana aku jelaskan, dia sudah menjadi kelemahanku, dia sudah menjadi kebiasaanku. Bagaimana aku jelaskan keadaan hatiku gelisah tanpanya. Aku kehilangan diriku sendiri. Mengangis semalaman pun tidak akan mengembalikan d...
"If you think your boyfriend is your world, then I think write is my world.."