Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Noda Kecewa

Bukan hal yang mudah ketika kita berjalan masih dijalan yang sama dan menerima kesalahan orang. Ikhlas, kata yang mudah diungkapkan tetapi begitu sulit dilakukan. Sudah terasa jauh memang perasaan itu, tapi satu bekas luka yang tak pernah berhenti untuk menapak di dinding hati ini takan pernah hilang nodanya. Seperti menulis dengan pinsil, lalu kau coba hapus dan nyatanya noda bekas pinsil itu masih terlihat oleh kasat mata. Terlihat buruk memang! Memaafkan, satu kata yang begitu sulit untuk orang yang pernah dikecewakan berat, pernah dikhianati, dibohongi, diabaikan bahkan tak dihargai keberadaannya, seperti pulau kecil dimana hanya menjadi tempat persinggahan saja, Hebat! Sangat menyakitkan. Menawan sekali bukan tingkahnya, hingga terlihat muak dengan semua tingkahnya. Tapi ingatlah, karma itu ada Tuhan tidak pernah tidur Tuhan itu Adil, dan keadilan itu akan datang padamu suatu saat nanti. Ingat, Tuan!

Kebahagiaan yang Tertunda

Delapan bulan berlalu. Masih dalam bumi yang sama dan masih memandang langit yang sama. Senyum manisnya masih tebal seperti dulu, saat pertama aku memandangi fotonya di sela sela hari. Aku tak mengira Tuhan begitu saja menghadirkan dia lagi, dengan senyum yang sama, tawa yang sama, dan keceriaan yang sama.  Itu benar, jika aku harus mengakui aku merasa kehilangannya. Hari itu dibawah rintik hujan, ada seorang wanita menunggu kedatangan kekasihnya, dengan seribu harapan, seribu mimpi dan berharap rindu yang berbuah lara itu akan terobati. Nyatanya, kekasihnya tidak datang. Padahal itu adalah hari pertama dia bertemu dengan kekasihnya, yang biasanya dia bertemu dengan hanya menatap foto di  handphone  dan bertemu suara diujung telepon. Dia kira pertemuan itu berujung baik, ternyata itu salah, kekasihnya membatalkan pertemuan itu. Sakit bukan main! Aku mengurungkan niatku untuk  lost contact , sudahlah untuk apa aku berjuang untuk orang yang tak pantas diperjuangka...

Bunga Terakhir

Aku masih ingat. Ketika senyummu masih menjadi senyumku, ketika candamu yang selalu kau selipkan di dinding kesedihanku, kebahagiaan dan kepedulian yang selalu kau jaga untukku. Bagaimana aku akan melepaskan itu begitu saja, jika kau masih saja berdiam diri dihati ini? Bagaimana Tuan, jelaskan! Hari itu dimana tepat 14 februari, yang sebagian orang bilang adalah hari kasih sayang. Itu benar, dihari itu juga tiga tahun yang lalu kamu ungkapkan bahwa kau mencintaiku. Begitu seketika malaikat cinta menembakan panahnya tepat dihatiku, karena kamupun tahu aku juga mencintaimu, Tuan yang bermata indah. Masih dengan bunga mawar merah dan sebatang coklat berkemas hati berwarna merah muda, kau rayu aku agar aku bisa menjadi tambatan hatimu. Dan aku pun meng-yakan . 14 februari satu tahun yang lalu, aku terkenang, hatiku tersentak seketika dimana aku mengingat tanggal itu. Kesedihan membakar dada dan jiwa ini, mengapa kau harus pergi secepat ini. Pagi itu, mamah memberi kabar bahwa ada...

Sang Raja Hati

Kediamanku selama ini bukan berarti aku tak pernah peduli padanya, bukan karena aku mengabaikannya, bahkan bukan berarti aku tak menyayanginya. Rasa ini utuh hanya untuk dia seorang, ya hanya satu. Dulu, aku bukan wanita yang baik, aku senang berbagi hati, mungkin sudah beberapa laki laki yang aku sakiti. Entah ada angin apa, dia datang menyambar tepat di dadaku. Saat aku kesepian, ditinggal mereka laki laki yang pernah kulabuhi hatinya.  Tetapi kamu datang seperti ombak menerjang hatiku, menyelam dalam ke hatiku, cinta apa yang kau berikan, sungguh mengagumkan.  Jauh, ketika kau memutuskan untuk pergi menyinggahi kota yang berbeda. Jarak membatasi kita. Walaupun kau jauh, aku percaya kau menjaga hatiku dengan baik. Kepercayaan aku berikan sepenuhnya kepadamu. Kuhilangkan fikiran-fikiran negatif yang terkadang mengusik otakku, yang dapat memberikan kegelisahan disetiap menitnya. Sudahlah untuk apa aku fikirkan kau bermain dengan wanita lain disana, aku percaya dan sangat p...