Langsung ke konten utama

Pesonamu

Aku tak menyangka akan bertemu seorang lelaki dengan senyumannya yang anggun dan penuh ramah tamah, tetapi dibalik senyuman yang membuat aku mengguling gulingkan fikiran semalaman, dia menyimpan seribu rahasia dibalik pribadinya. Dengan sekejap saja dia mampu menghipnotis dan membuatku memikirkannya setiap waktu, tak bisa aku melenyapkan sedetik saja semenjak aku bertemu dengannya. Mengapa kau begitu mudah menarik hati ini? Sihir apa yang kau punya, Tuan? Mengagumkan.
Sebulan yang penuh dengan kekagumanku padamu, sikapmu yang anggun penuh tegas, keramahan dalam setiap santunanmu, kehalusan dalam setiap tutur kata dan senyuman yang begitu mempesona, sudahlan semua itu tak dapat aku gambarkan. Aku tak pernah bosan memandangmu ketika kamu sedang berbicara panjang lebar hingga aku tak bisa sedetikpun berpaling darimu, pipimu terlihat memerah dan kamu tersipu malu ketika aku memandangmu dalam. Itu membuat hatiku tertawa kecil.
Tuan, seandainya perempuan itu yang selalu kau banggakan disetiap percakapanmu kau lepaskan, aku rela menjadi pelipur laramu dan menjadi penggantinya, pengobat hatimu yang selalu penuh kegundahan. Mengapa kau masih memperjuangkan wanita itu, wanita yang selalu sibuk dengan dunianya, yang tidak bisa meluangkan sedikitnya waktu untukmu? Mengapa kamu masih saja memperjuangkan cintanya, sedangkan dia yang terlalu egois dengan seribu keinginannya tanpa memikirkan perasaanmu? Dan mengapa kamu masih saja yakin dengan hatimu bahwa dia akan berubah dengan sendirinya? Sedalam itukah Tuan cintamu padanya. Lihatlah Tuan, disini masih ada aku! Aku yang senantiasa ada untukmu dalam berjuta kerisauan dan kesedihanmu. Perhatikanlah aku, Tuan!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Pangeran Kodokku

Sudah seminggu ini aku tak dengar kabarmu, kamu yang selalu mengucapkan selamat pagi hingga selamat tidur. Padahal tak seharusnya aku kehilanganmu, kamu bukan siapa siapa aku, kamu bukan kekasih aku dan kamu bukan.. Yasudahlah pokonya kamu bukan seseorang yang special. Tapi mengapa aku harus merasa sangat hampa tanpa melihatmu, merasa sendiri tanpa kehadiranmu biasanya kau datang dengan sapa senyum lebar dan merangkulku. Aku kini bahkan tak melihat batang hidungmu. Aku rindu, itu benar. Walaupun kita hanya sebatas sahabat karib, tapi jauh dalam lubuk hati ini kusimpan namamu, entah kenapa aku merasa nyaman di dekatmu bahkan perhatianmu melebihi kekasihku, terkadang aku lebih memilih pergi bersamamu dibandingkan dengan lelaki yang super cuek itu, yang tak bisa sedikitpun memahami keinginanku, dia egois. Tapi senyummu Tuan, yang sering ku panggil "pangeran kodok" aku tak tahu mungkin selama kita dekat benih benih cinta ini mulai muncul, aku tak mengerti kenapa aku merasa k...

Masa Lalumu

Dia memang sudah paling lama hadir di kehidupan kamu, sehingga kamu mungkin pernah mengaguminya begitu dalam, dan bahkan mencintainya dengan sangat. Ya, aku bisa pahami itu. Hal yang wajar, seseorang pasti mempunyai cerita di masa lalunya, baik ataupun buruk. Aku tak bisa pungkiri tentang itu, karena aku pun punya masa lalu. Tapi, apa kamu yakin-- kamu bisa menoleh sepenuhnya, ketika masa lalumu masih saja kau tancapkan dengan tongkat dihatimu, dan dia masih hadir setiap hari dikehidupan kamu; yang paling setia menyapamu disetiap pagi hingga malam, menjadi teman bercandamu disela-sela hari, yang paling setia mendengar keluhanmu ( stay on chat ). Dan aku, aku tak bisa paling setia hadir dalam ruang obrolan chat mu, karena aku mempunyai dunia yang mungkin kamu sudah pahami, membuat otakku berputar seharian, file-file yang bertumpuk dimeja kerja adalah temanku dalam mewarnai hari, walaupun pada kenyataannya tak pernah berwarna. Karena warna hidupku ada padamu, senyummu--- d...

Di Bawah Kebahagiaanmu (2)

Aku merasakan angin sepoy-sepoy yang sedang berusaha merasuki kulitku, dan mataku masih ku pejamkan. Jiwaku merasakan kehadiran seseorang di belakangku, aku tahu itu kamu. Aku bisa merasakan kehadiranmu walaupun ke dua mataku belum melihat sosokmu. Bagaimana tak ku kenali, aku sudah mengenalmu sejak kita duduk di kelas putih abu. Sejak kita masih makan es krim coklat bersama di atas balkon ini, sampai kau selalu merengeh kepadaku untuk dibelikan es krim lagi, kau tidak akan puas jika belum memakan hingga tiga kali, aku tahu itu kamu. Kau menyapaku dengan memanggil, "Hi, Tigerku!", katanya itu panggilan pahlawan untukku. Karena sejak dulu hingga sekarang aku selalu menjadi pahlawanmu, sekalipun aku harus mengorbankan perasaanku, apa kau yakin dengan itu? Tapi, apa aku harus meyakini bahwa kau bukan ditakdirkan untukku, berdiri di atas tandu pelaminan bersamamu, kenapa? Apa kau bisa jelaskan? Aku sangat mengerti, kamu menunggunya sudah sekian lama, dan kini pangeranmu ...