Kali ini rindunya terbalaskan, setelah sekian lama entah mungkin berjutaan waktu wanita itu menunggu lelakinya datang menginjak tanah kelahirannya. Suara gemuruh angin pantai sudah tercium dari kejauhan, wanita itu melangkah dengan riangnya dengan segudang kebahagiaan dihatinya. Siapa yang tidak bahagia, ketika rindu yang kita pendam dalam dalam terluapkan, seperti mendapatkan mutiara dalam laut yang dalam. Bersama semangatnya dia melangkah ke dermaga yang tempatnya tak jauh dari tempat huninya, dengan senyuman lebar dia melihat kepala kapal dari kejauhan, dia sudah merasakan kehadiran sosok lelakinya yang selama ini dia tunggu.
Ditengah ratusan orang yang turun dia mencari sang pujaan hatinya, melengak lengok ke kanan dan kekiri sambil berjalan. Tiba tiba hatinya tersendak, dia merasakan kalau lelakinya berada dibelakannya. Ketika membalikan badan, ya itu benar. Tanpa melihat orang disekitar wanita itu langsung memeluknya dengan erat. Dalam hatinya merasakan getaran yang begitu hebat, mata indahnya meneteskan air mata keterharuan.
"Aku tak menyangka bahwa kau akan kembali Bang, jangan tinggalkan awa lagi, awa tak mampu jauh dari Abang.", kata wanita itu dengan penuh perasaan.
Lelakinya tersenyum lebar sambil berkata, "Ya, de. Ini untuk masa depan kita juga anak kita."
Wanitanya menatap lelaki itu dalam, benar dia mengajak untuk beranjak kepelaminan.
Penantian yang selama ini dia tunggu, rindu yang selama ini dia pendam, kegundahan yang selalu terkoyak difikirannya semua sudah terobek puas. Dan percaya semua tak ada yang sia sia.
Komentar
Posting Komentar