Pertemuan terakhir, saat kau bonceng aku dengan kendaraan kesayanganmu itu, aku rasa setelah itu kau pergi entah kemana. Kegelisahan yang selalu menghantui dari setiap malamku, kenapa seperti lem superglue yang cukup sulit untuk dihilangkan, "menempel". Kabarmupun datang seperti angin, berhembus semaunya, melewat seperti keinginannya, "hussh" pergi entah kemana lagi. Ditengah kesibukanmu sepertinya engkau mau tak mau menghinggapkan kabar ke dalam hariku, kau berubah seperti es, dingin!! Kau rasa itu mudah bagi seorang perempuan, tanpa kabar satu hari dari seorang kekasih yang dia cintai. Kamu salah!
Aku seperti kehilangan sosok pangeran yang dulu senantiasa bertegur sapa dengan tutur manisnya, canda dalam setiap selipan perkataanya, tingkah yang konyol yang membuat mulutku terbuka lebar dengan segudang kebahagian yang selalu kuucap syukur di dalamnya. Lalu saat ini kamu kemana, begitu saja pergi tidak meninggalkan satu katapun? Angkuh! Benar kata mereka kau angkuh! Bukan seorang pangeran yang ku kenal lagi.
Komentar
Posting Komentar