Indah, saat kau hadir dengan tibanya membawa segala impian dan harapan yang selama ini selalu kunantikan dan selalu kudambakan. Senyuman itu, saat kuingat jelas di depan cerminku aku mnemukan diriku sendiri disana, aku yang menjadi aku yang tidak menjelma menjadi orang lain. Awalnya, kau tanam semua impianku dengan bibit-bibit yang aku harap suatu saat akan tumbuh menjadi bunga, tapi mengapa kau yang merusaknya sendiri. Kau menanam tapi kau yang menghancurkannya juga. Saat kau cibir aku dengan seribu rayuan gombalmu, kau katakan aku yang akan menjadi puteri di pelaminan nanti, tapi mengapa kau yg mencabik omonganmu sendiri. Dimana kau simpan kata-kata itu dengan rapih? Dibawah kakimu yang sehingga tidak ada harganya? Serendah itukah, tuan? Aku bukan wanita bodoh yang begitu saja menerima lelaki yg tidak pantas aku jadikan imam dalam hidupku. Saat kulihat kemesraan itu dalam gambar, apa yg ingin kamu katakan lagi, mengelah dengan seribu omong kosongmu? Cukup, aku sudah l...
"If you think your boyfriend is your world, then I think write is my world.."