Aku masih merasa sendirian ditengah keramaian, kenapa semua menjadi semakin memburuk. Semuanya terlihat kosong dan hampa, apa yang kulihat tak ada yang dapat kusapa. Aku hanya ingin jalan yang dulu dimana ada kebahagian, keceriaan, senyum lebar dan candaan yang dapat bebas lepas. Mengapa semuanya menghilang begitu saja, karena hal sepele yang tak pantas untuk dipermasalahkan. Kesalah pahaman antara aku dan kamu membuat semua berubah tiga ratus enam puluh derajat.
Kemana akan kucari dirimu lagi yang selalu menemani disetiap langkahku, setiap belaian kasih sayangmu, orang yang selalu menghapus deraian air mataku, orang yang selalu membangunkanku ketika aku terjatuh. Aku merindukanmu, Tuan. Seharusnya kamu mengerti bahwa semuanya akan kembali membaik. Tapi kau malah acuh tak acuh padaku, melihat wajahku saja kau tak mau. Percayalah, aku tak sebodoh yang kamu fikirkan. Aku adalah wanitamu yang senantiasa menyayangimu, perhatianku hanya untukmu, senyum dan sedihku karenamu dan dirimu adalah aku.
Sayang, tengoklah aku sebentar dan tatap mataku, disini ada wanitamu yang selalu menunggu dalam risaumu. Biar ku jelaskan semua dan membuat dirimu percaya bahwa semuanya akan baik baik saja. Lihatlah aku!
Komentar
Posting Komentar