Kediamanku selama ini bukan berarti aku tak pernah peduli padanya, bukan karena aku mengabaikannya, bahkan bukan berarti aku tak menyayanginya. Rasa ini utuh hanya untuk dia seorang, ya hanya satu. Dulu, aku bukan wanita yang baik, aku senang berbagi hati, mungkin sudah beberapa laki laki yang aku sakiti. Entah ada angin apa, dia datang menyambar tepat di dadaku. Saat aku kesepian, ditinggal mereka laki laki yang pernah kulabuhi hatinya. Tetapi kamu datang seperti ombak menerjang hatiku, menyelam dalam ke hatiku, cinta apa yang kau berikan, sungguh mengagumkan.
Jauh, ketika kau memutuskan untuk pergi menyinggahi kota yang berbeda. Jarak membatasi kita. Walaupun kau jauh, aku percaya kau menjaga hatiku dengan baik. Kepercayaan aku berikan sepenuhnya kepadamu. Kuhilangkan fikiran-fikiran negatif yang terkadang mengusik otakku, yang dapat memberikan kegelisahan disetiap menitnya. Sudahlah untuk apa aku fikirkan kau bermain dengan wanita lain disana, aku percaya dan sangat percaya bahwa kau akan menjadi sandinganku di pelaminan nanti. Raja dari anak-anakku. Baik-baik selalu disana, takkan ku lupa untuk sematkan doa disetiap ibadahku untukmu, calon imamku.
Komentar
Posting Komentar