Dia
memang sudah paling lama hadir di kehidupan kamu, sehingga kamu
mungkin pernah mengaguminya begitu dalam, dan bahkan mencintainya dengan
sangat. Ya, aku bisa pahami itu. Hal yang wajar, seseorang pasti
mempunyai cerita di masa lalunya, baik ataupun buruk. Aku tak bisa
pungkiri tentang itu, karena aku pun punya masa lalu. Tapi, apa kamu
yakin-- kamu bisa menoleh sepenuhnya, ketika masa lalumu masih saja kau
tancapkan dengan tongkat dihatimu, dan dia masih hadir setiap hari
dikehidupan kamu; yang paling setia menyapamu disetiap pagi hingga malam, menjadi
teman bercandamu disela-sela hari, yang paling setia mendengar
keluhanmu (stay on chat). Dan aku, aku tak bisa paling setia hadir dalam ruang obrolan
chat mu, karena aku mempunyai dunia yang mungkin kamu sudah pahami,
membuat otakku berputar seharian, file-file yang bertumpuk dimeja kerja
adalah temanku dalam mewarnai hari, walaupun pada kenyataannya tak
pernah berwarna. Karena warna hidupku ada padamu, senyummu--- dan itu
yang paling mengobati lelahku.
Aku
kehilangan sesuatu dalam dirimu, mungkin yang enggan kamu ceritakan
padaku, kau hanya simpan dalam hati, dan mungkin dengan berat hati kau
melakukannya untuk aku, untuk menghargai perasaanku. Walaupun kamu diam,
tak pernah berucap aku bisa merasakannya; perubahan yang hanya satu
sentimeter pun. Kamu merasa dipisahkan bukan, aku merasa sangat jahat
sekali. Aku belum pernah sebelumnya seperti ini, mungkin aku takut
kehilanganmu, aku takut wanita itu merebut hatimu lagi, dan pada
kenyataannya dia yang selalu ada dalam setiap koridor harimu, padahal
aku adalah kekasihmu. Aku wanita biasa, kadang aku kuat setegap baja,
dan aku juga bisa menjadi lemah rapuh, jika hatinya terluka. Maaf, bukan
karena aku meninggikan keegoanku, aku hanya menjaga kamu agar tidak
pernah lepas dari apa yang selama ini aku perjuangkan dan pertahankan,
karena sesungguhnya aku mencintaimu sejak kita ada di bawah hujan, malam itu.
Untuk laki-laki yang selalu
berusaha membahagiakanku
Komentar
Posting Komentar