Berawal dari ucapan "Terima kasih.", singkat tetapi menghasilkan sebuah
cinta. Cinta yang sebelumnya--belum pernah terfikirkan. Keisengan itu
membuahkan suka, berkembang menjadi cinta, dan menjalar sampai ke
pelupuk jiwa. Mengapa ini terjadi, aku tak bisa menjawabnya, mungkin
kisah ini yang paling bisa menjawabnya.
Rumit, aku rasa ya. Aku tetap
dengan erat menggenggam tangannya, walaupun pada kenyataannya dia
memeluk kekasihnya. Benteng perbedaan yang tinggi, sudah jelas-jelas ada
di depan mata, tetapi aku tetap ingin menjaganya dengan hangat.
Walaupun seribu badai yang menerjang, aku akan tetap berlari di jalanku
dalam komitmenku. Bodoh, orang-orang pasti banyak berceloteh seperti itu. Aku tak peduli omong kosong yang diteriaki orang-orang disekitarku.
Yang aku tahu, ini aku, ini kisahku, dan ini adalah komitmenku---sedikit sakit, tetapi membuat aku belajar bagaimana untuk mengikat kuat sebuah janji.
Yang aku tahu, ini aku, ini kisahku, dan ini adalah komitmenku---sedikit sakit, tetapi membuat aku belajar bagaimana untuk mengikat kuat sebuah janji.
Untuk Naiina,
Dari Sepotong Mimpi yang Sempat Hilang
Komentar
Posting Komentar