Aku tak pernah meminta kedatangannya. Tapi, Allah-lah yang
menghadirkannya untukku. Aku selalu percaya, Allah tak akan membuat
lama aku patah hati, memendam sepi, mengiris sunyi sendiri, karena Allah
tahu; bagaimana untuk menempatkan sesuatu yang tepat. Begitupun saat
Allah menggariskan takdirnya untuk aku. Semua itu Allah yang membuat.
Aku tak tahu menau tentang itu. Allah selalu mempunyai seribu cara untuk
mempertemukan yang tidak jodoh menjadi jodoh, ataupun sebaliknya.
Akupun pernah berjarak denganmu. Bahkan tak mengenal kata antar kata, sapa antar sapa,
obrolan antar obrolan; tapi sekarang kamu yang selalu menjadi obrolanku.
Menjadi pemeran utama dalam moodbosterku.
Aku mengerti, tak selamanya
kamu menyenangkan, setiap orang pasti punya sisi menyebalkan, dan
kamu juga ada dalam sisi itu. Tapi, menurutku lebih banyak menyenangkannya, prilaku
kamu yang seakan membuat aku berfikir; kamu aneh, kamu alay, kamu
gendut--selebihnya dibalik itu semua kamu adalah My Everything.
Jaga selalu hubungan kita, karena jika tidak kita yang menjaganya sendiri---siapa yang akan peduli. Aku ingin menjadi kamu, dan aku harap kamu bisa menjadi aku. Jalan kita tidak akan selamanya lurus, terkadang berliku, badai datang, bahkan rumput yang lebih hijau juga bisa hadir kapanpun. Tapi, tetaplah bersamaku, karena aku akan tetap menggenggam tanganmu dengan erat, sampai aku bisa memenuhi komitmenku.
Aku
mencintaimu sampai ke bulan and back to heart.
Untuk Tuan Berkacamata Patah
Komentar
Posting Komentar