Langsung ke konten utama

Kamu; Untuk Aku

Aku tak pernah meminta kedatangannya. Tapi, Allah-lah yang menghadirkannya untukku. Aku selalu percaya, Allah tak akan membuat lama aku patah hati, memendam sepi, mengiris sunyi sendiri, karena Allah tahu; bagaimana untuk menempatkan sesuatu yang tepat. Begitupun saat Allah menggariskan takdirnya untuk aku. Semua itu Allah yang membuat. Aku tak tahu menau tentang itu. Allah selalu mempunyai seribu cara untuk mempertemukan yang tidak jodoh menjadi jodoh, ataupun sebaliknya.
Akupun pernah berjarak denganmu. Bahkan tak mengenal kata antar kata, sapa antar sapa, obrolan antar obrolan; tapi sekarang kamu yang selalu menjadi obrolanku. Menjadi pemeran utama dalam moodbosterku
Aku mengerti, tak selamanya kamu menyenangkan, setiap orang pasti punya sisi menyebalkan, dan kamu juga ada dalam sisi itu. Tapi, menurutku lebih banyak menyenangkannya, prilaku kamu yang seakan membuat aku berfikir; kamu aneh, kamu alay, kamu gendut--selebihnya dibalik itu semua kamu adalah My Everything
Jaga selalu hubungan kita, karena jika tidak kita yang menjaganya sendiri---siapa yang akan peduli. Aku ingin menjadi kamu, dan aku harap kamu bisa menjadi aku. Jalan kita tidak akan selamanya lurus, terkadang berliku, badai datang, bahkan rumput yang lebih hijau juga bisa hadir kapanpun. Tapi, tetaplah bersamaku, karena aku akan tetap menggenggam tanganmu dengan erat, sampai aku bisa memenuhi komitmenku.
Aku mencintaimu sampai ke bulan and back to heart.
Untuk Tuan Berkacamata Patah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Pangeran Kodokku

Sudah seminggu ini aku tak dengar kabarmu, kamu yang selalu mengucapkan selamat pagi hingga selamat tidur. Padahal tak seharusnya aku kehilanganmu, kamu bukan siapa siapa aku, kamu bukan kekasih aku dan kamu bukan.. Yasudahlah pokonya kamu bukan seseorang yang special. Tapi mengapa aku harus merasa sangat hampa tanpa melihatmu, merasa sendiri tanpa kehadiranmu biasanya kau datang dengan sapa senyum lebar dan merangkulku. Aku kini bahkan tak melihat batang hidungmu. Aku rindu, itu benar. Walaupun kita hanya sebatas sahabat karib, tapi jauh dalam lubuk hati ini kusimpan namamu, entah kenapa aku merasa nyaman di dekatmu bahkan perhatianmu melebihi kekasihku, terkadang aku lebih memilih pergi bersamamu dibandingkan dengan lelaki yang super cuek itu, yang tak bisa sedikitpun memahami keinginanku, dia egois. Tapi senyummu Tuan, yang sering ku panggil "pangeran kodok" aku tak tahu mungkin selama kita dekat benih benih cinta ini mulai muncul, aku tak mengerti kenapa aku merasa k...

Masa Lalumu

Dia memang sudah paling lama hadir di kehidupan kamu, sehingga kamu mungkin pernah mengaguminya begitu dalam, dan bahkan mencintainya dengan sangat. Ya, aku bisa pahami itu. Hal yang wajar, seseorang pasti mempunyai cerita di masa lalunya, baik ataupun buruk. Aku tak bisa pungkiri tentang itu, karena aku pun punya masa lalu. Tapi, apa kamu yakin-- kamu bisa menoleh sepenuhnya, ketika masa lalumu masih saja kau tancapkan dengan tongkat dihatimu, dan dia masih hadir setiap hari dikehidupan kamu; yang paling setia menyapamu disetiap pagi hingga malam, menjadi teman bercandamu disela-sela hari, yang paling setia mendengar keluhanmu ( stay on chat ). Dan aku, aku tak bisa paling setia hadir dalam ruang obrolan chat mu, karena aku mempunyai dunia yang mungkin kamu sudah pahami, membuat otakku berputar seharian, file-file yang bertumpuk dimeja kerja adalah temanku dalam mewarnai hari, walaupun pada kenyataannya tak pernah berwarna. Karena warna hidupku ada padamu, senyummu--- d...

Di Bawah Kebahagiaanmu (2)

Aku merasakan angin sepoy-sepoy yang sedang berusaha merasuki kulitku, dan mataku masih ku pejamkan. Jiwaku merasakan kehadiran seseorang di belakangku, aku tahu itu kamu. Aku bisa merasakan kehadiranmu walaupun ke dua mataku belum melihat sosokmu. Bagaimana tak ku kenali, aku sudah mengenalmu sejak kita duduk di kelas putih abu. Sejak kita masih makan es krim coklat bersama di atas balkon ini, sampai kau selalu merengeh kepadaku untuk dibelikan es krim lagi, kau tidak akan puas jika belum memakan hingga tiga kali, aku tahu itu kamu. Kau menyapaku dengan memanggil, "Hi, Tigerku!", katanya itu panggilan pahlawan untukku. Karena sejak dulu hingga sekarang aku selalu menjadi pahlawanmu, sekalipun aku harus mengorbankan perasaanku, apa kau yakin dengan itu? Tapi, apa aku harus meyakini bahwa kau bukan ditakdirkan untukku, berdiri di atas tandu pelaminan bersamamu, kenapa? Apa kau bisa jelaskan? Aku sangat mengerti, kamu menunggunya sudah sekian lama, dan kini pangeranmu ...