Aku harus bercerita apa lagi, benar perkiraaan aku kalau dia akan hadir lagi di kehidupan aku.
Dia berkata, "sejauh apapun merpati putih terbang, dia akan tetap kembali ke rumahnya".
Ya, aku mengerti betul tentang itu, apa dia mau mengetuk pintu hatiku ketika aku sudah tutup rapat-rapat semua tentangnya.
Aku berusaha menghapus semua komitmen yang pernah kita buat, walaupun berat untuk menentang prinsipku, ketika aku harus ingkar dengan diriku sendiri, aku benci jika harus mengingkar janji.
Tapi harus bagaimana lagi, jika semua yang aku inginkan dan harapkan tak pernah sedikitpun engkau fikirkan.
Apakah aku harus bertahan sendirian, memendam asa yang lama terpendam, berharap kau memberikan mentari pagi lagi yang pernah hilang, sayangnya aku tak sebodoh itu.
Sekarang, kamu hadir lagi seperti memberikan harap yang pernah ku kubur dalam-dalam.
Membangkitkan aku ketika aku mulai lelah memikul beban yang berat di pundakku, memunculkan kembali senyuman dan tawa kecil yang pernah hilang.
Aku tak tahu, apakah untuk masa ini kamu hadir hanya untuk sesaat atau untuk selamanya.
Komentar
Posting Komentar