Kali ini aku kembali dengan cerita yang baru, cerita tentang seorang pria yang begitu besar memberikan harapannya padaku. Benar, aku telah bangkit setelah setengah tahun yang lalu aku melepasnya, melepas kepergian dari seorang pria yang sempat dulu menjadi pria yang paling sempurna di mataku. Aku tahu kehadiran wanitamu yang baru, sudah lebih cukup mengobati luka yang pernah aku berikan padamu, aku harap senyuman lebar saat kau pajang fhoto bersamanya di "display picture"-mu adalah kebahagiaan yang tak pernah hilang dibenakmu dan wanitamu bisa lebih mencintaimu dari pada aku yang dulu yang begitu sangat mencintaimu.
Mencintai, apalah arti semua itu jika semuanya telah pergi. Aku mulai terbangun lagi dari mimpi masa laluku, dan aku mulai membukakan pintu hati ini untuk seseorang yang baru. Dia hadir, seseorang yang sebelumnya belum pernah aku temui, dia adalah sahabat dari temanku. Kehadirannya yang saat pertama sempat aku tolak mentah-mentah, kini dia menempati posisi yang paling utama dihatiku. Entah bagaimana, dia menanjak lebih tinggi ke level paling atas. Aku masih tidak mengerti, mengapa Tuhan membuatku lemah untuk mencintainya. Aku terkadang tak mengerti dengan perasaan ini. Perasaan yang dulu aku anggap hanya biasa saja, tetapi Tuhan membalikannya sembilan puluh derajat. Hatiku, otakku masih bertanya-tanya, mengapa harus dia, aku takut aku terjatuh pada orang yang salah, aku takut terhimpit pada cinta yang salah, walaupun aku tahu cinta tak pernah salah, tapi ya otakku menolak untuk mencintai seseorang tetapi hatiku menjerit dia dan dia lagi. Hingga dia sering hadir di mimpiku, sampai aku tercengang mengapa harus dia. Tanda tanya besar disetiap hari selalu menyapa otakku, mengapa dan mengapa? Hingga saat ini aku tak tahu mengapa aku mulai mencintainya.
Komentar
Posting Komentar