Ayah.
Semoga nafas terakhirku ada di kakimu.
Semoga nafas terakhirku ada di kakimu.
Aku akan selalu mencintaimu karena
Allah.
Semoga Allah selalu mensejahterakan
engkau, dengan rahmat dan berkahnya.
Ayah.
Kau adalah jiwaku, dan hidupku.
Kau adalah dunia, dan surgaku.
Apa yang aku bisa lakukan tanpamu.
Oh Tuhan, apa yang akan bisa
kulakukan tanpanya.
Ayah.
Waktu sudah membiarkan umurmu terus
mengalir, hingga hari ini tepat di umurmu yang ke-73.
Aku lebih sangat bahagia masih bisa
melihat senyummu, tawa kecilmu yang terkadang kau sipukan malu-malu.
Walaupun aku tahu, banyak lelahmu,
banyak laramu, banyak letihmu yang kau sembunyikan.
Tapi, pada kenyataannya kau masih
tetap bisa berdiri dengan tegap dan tegar seperti prajurit Allah yang hebat.
Mulutmu tak pernah berkata kau
menyayangiku, tapi dari belaianmu--ketika kau usap rambut dan kepalaku; aku
tahu, aku bisa merasakan bahwa kau lebih sangat menyayangiku lebih dari yang
aku tahu.
Maaf, semoga Allah memaafkanku.
Karena mungkin aku belum bisa
memberikan kebahagiaan dan kebanggaan seperti apa yang engkau inginkan sampai
saat ini.
Tapi, aku akan selalu berusaha
menjadi anak bungsumu yang terbaik.
Semoga Allah selalu memberikan
kebahagiaan, melimpahkan kesehatan, memoleskan senyum kesan indah pada koridor harimu, dan
memberkahi serta merahmati setiap langkah dalam nafasmu.
Aku selalu menyayangimu dalam setiap
do'aku.
Selamat Ulang Tahun Ayah, Prajurit Hebatku!
Untuk Ayah Terhebat: Pria
Novemberku
Dari Anak Bungsumu: Dhea
|
|
Komentar
Posting Komentar