Sudah hampir satu tahun aku kehilanganmu. Kehilangan sesosok laki-laki
yang sudah ku kenal sejak lama, bahkan jiwanya pun sudah menyatu dalam
ragaku. Bagaimana aku melupakannya, jika bersamamu adalah hal yang
paling indah; tak pernah aku temui sebelumnya? Ajari aku agar aku
bisa melupakanmu, melupakan senyum lagi, yang bahwa kenyataannya aku sudah kehilanganmu
selamanya. Kau hanya meninggalkan namamu di atas batu nisan. Kau selalu
berkata, jika aku merindukanmu, lihatlah ke atas langit, jika ada
bintang paling terang itulah aku yang sedang tersenyum di surga. Sudah
hampir sebulan ini, hujan terus menyelimutiku setiap malam. Sehingga aku
tak bisa melihat senyuman kamu dari atas balkon ini. Aku tak bisa
merasakan kehadiran kamu lagi. Membuat rindu begitu merasuk dalam
jiwaku, mengganggu, menyiksaku-- membuat aku lelah untuk menemukanmu.
Hari esok adalah hari pernikahanku, dan itu yang aku harus hadapi. Dia melamarku tiga bulan yang lalu, dia anak dari teman Ayahku. Bahkan aku belum mengenalnya, seperti aku mengenalmu sejak kelas satu SD. Aku harap malam ini ada bintang, dan aku dapat melihatmu dari kejauhan, sehingga aku dapat melihatmu tersenyum yang tandanya kau akan ikut bahagia atas pilihan hidupku ini. Dia baik, dia terlahir dari keluarga yang baik juga. Dan yang paling aku suka hidungnya sama sepertimu, setiap dia tersenyum aku melihat senyumu dalam dirinya. Aku harap dia dapat menggantikanmu, walaupun pada kenyataannya kamu tidak akan pernah terganti. Aku akan selalu mengenangmu dalam setiap bintang terang, dan dalam setiap kisah-kisah yang pernah kita buat. Aku harap, aku bisa merasakan kehadiranmu di hari pernikahanku esok hari. Aku menunggumu, bintang terangku.
Hari esok adalah hari pernikahanku, dan itu yang aku harus hadapi. Dia melamarku tiga bulan yang lalu, dia anak dari teman Ayahku. Bahkan aku belum mengenalnya, seperti aku mengenalmu sejak kelas satu SD. Aku harap malam ini ada bintang, dan aku dapat melihatmu dari kejauhan, sehingga aku dapat melihatmu tersenyum yang tandanya kau akan ikut bahagia atas pilihan hidupku ini. Dia baik, dia terlahir dari keluarga yang baik juga. Dan yang paling aku suka hidungnya sama sepertimu, setiap dia tersenyum aku melihat senyumu dalam dirinya. Aku harap dia dapat menggantikanmu, walaupun pada kenyataannya kamu tidak akan pernah terganti. Aku akan selalu mengenangmu dalam setiap bintang terang, dan dalam setiap kisah-kisah yang pernah kita buat. Aku harap, aku bisa merasakan kehadiranmu di hari pernikahanku esok hari. Aku menunggumu, bintang terangku.
Untuk Bintang Terangku
yang sudah memeluk Tuhan
Komentar
Posting Komentar