Saya pernah menutup pintu rapat-rapat untuk
banyak laki-laki. Tapi bertemu denganmu adalah kebahagiaan yang belum pernah
saya temui sebelumnya. Kebahagiaan untuk menyukai dan menyayangi seseorang lagi.
Anda hadir seperti sebait doa yang pernah saya tenggelamkan dalam laut. Tapi,
dengan tiba-tiba Tuhan menghadirkan kembali melewati Anda.
Anda memberikan suasana, kebersamaan, pelangi
dan warna baru yang pernah saya hapus karena lara yang pernah timbul dihati
ini. Saya tidak tahu apa tujuan Tuhan menghadirkan sosok sepertimu di dinding
kehidupan saya. Tapi yang saya tahu sejak kehadiran Anda, kehampaan saya hilang
seperti terbawa ombak di laut, bahkan pasirpun tak dapat menyisakan ampas. Karena ombak telah membawanya pergi.
Hujan, menjadi teman awal pertemuan kita.
Saya yakin jika hujan turun, dia akan membawamu ke dalam nama saya. Saya akan
menyimpan nama saya dalam hujan, sehingga jika dia datang Anda akan selalu
mengingat saya. Saya bahagia bersama hujan jika disana juga ada Anda. Jangan
pernah menjadikan hujan sebagai kenangan, tapi jadikanlah hujan itu masa depan.
Karena saya tak ingin menyisakan kenangan, antara saya, anda dan hujan. Ini
jalan kita yang sudah Tuhan takdirkan, jangan pernah menggoreskan lara seperti
laki-laki lainnya, karena saya yakin Anda lebih baik dari mereka, mreka
(laki-laki) yang hanya singgah sementara tidak untuk selamanya.
Hi, Tuan Berkacamata!
Saya mencintai Anda.

Komentar
Posting Komentar