Aku sudah menunggu lama, bertahun tahun, berbulan bulan, berhari hari untuk bertemu denganmu kembali. Bagaimana rupamu sekarang? Apa setampan dulu atau sebaliknya. Aku rindu saat kita bermain bersama, berbagi permen, es krim yang kita punya seperti sepuluh tahun yang lalu. Bagiku detik-detik menuju pertemuan kita ini seperti berabad abad tahun, aku kesepian tanpa kehadiranmu dan tanpa candamu setiap waktunya. Katanya kau sekarang sudah berubah menjadi dewasa, kau lebih bisa merawat penampilanmu. Tidak seperti dulu, kau masih terlihat lugu dan polos dengan bertumpuk berbagai buku di tanganmu.
Pertemuan awal setelah sekian lama tak jumpa, di bandara itu. Aku melangkah kegirangan dari rumah, sudah kutata dengan rapih sesempurna mungkin tampilanku dengan bando merah yang menambah keindahan rambutku yang terurai panjang ikal. Oh Tuhan, betapa sangat berdebarnya jantung ini lebih dari biasanya. Seperti akan bertemu dengan sang kekasih yang sudah lama tak pernah jumpa. Walaupun nyatanya hanya sebatas sahabat tidak lebih. Aku rindu senyuman lebar dibibir tipismu itu. Bibir yang senantiasa mencibirku ketika dulu, setiap aku melakukan kesalahan. Aku rindu, amat rindu. Aku harap pertemuan ini akan memudarkan rindu dalam lara yang sudah bertumpuk setinggi gunung. Sudahlah Tuan aku tak sabar untuk melihatmu, kuharap senyuman kecil dulu tidak berubah dan tetap menjadi kau yang aku rindukan sejak kecil. Tampan, memang tampan!
Untuk sahabat "Katak-ku".

Komentar
Posting Komentar